FKM UNAIR Selenggarakan Pengmas Literasi JKN dengan 4 Kelompok Sasaran

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sesi Pelatihan Kader Pengabdian Masyarakat di Desa Segobang. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Setelah diadakan pembekalan pada Mahasiswa pada bulan lalu, Pengabdian Masyarakat Departemen Administrasi Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga  dengan tema “Kemitraan Mahasiswa dan Masyarakat dalam Upaya Meningkatkan Literasi terhadap Jaminan Kesehatan Nasional” resmi diselenggarakan pada 28-29 Oktober 2019 dengan konsep yang berbeda dengan Pengabdian Masyarakat pada umumnya.

Saat ditemui UNAIR NEWS, Syifa’ul Lailiyah, S.KM., M.Kes, selaku Dosen Departemen AKK FKM PSDKU UNAIR serta perwakilan tim pengabdian masyarakat mengungkapkan, Pengabdian Masyarakat itu dilaksanakan pada 4 kelompok sasaran yang diberikan Intervensi berbeda.

“Pengmas ini memiliki 4 kelompok sasaran di Kecamatan Licin Banyuwangi, dengan 1 kelompok Control yaitu Desa Taman dari dan 3 kelompok lain meliputi Desa Segobang, Jelun, dan Gumuk. Kelompok Control merupakan kelompok yang tidak diberikan Intervensi apapun, dengan hanya melihat pada saat awal berapa jumlah kepesertaannya dan di akhir 2019 apakah ada perubahan kepesertaannya,” ungkapnya.

Selanjutnya, Desa Jelun hanya diberikan Intervensi berupa sosialisasi oleh BPJS Kesehatan, Desa Segobang diberikan intervensi sosialisasi oleh BPJS dan pendampingan masyarakat oleh kader. Tugasnya mahasiswa di Desa Segobang tersebut adalah memantau pelaksanaan home visit oleh kader, setiap mahasiswa mendampingi 1 kader. Dimana kader tersebut diberikan pelatihan setelah sosialisasi.

“Kemudian Desa Gumuk diberikan intervensi sosialisasi oleh BPJS Kesehatan dan Sosialisasi oleh mahasiswa UNAIR. Mahasiswa memberikan Sosialisasi kepada masyarakat di masing-masing Dusun berbeda yang belum menjadi peserta, ada 20 mahasiswa yang terlibat, dimana setiap mahasiswa memberikan sosialisasi ke 10 kepala keluarga,” lanjutnya.

Di dalam pelaksanaannya ada dua kali home visit, saat home visit yang pertama sebelum diberikannya intervensi dikhususkan untuk menggali alasan mengapa masyarakat tidak mau menjadi peserta JKN KIS. Dengan itu, sambungnya, diharapkan saat home visit kedua setelah di berikannya sosialisasi sebagai pemahaman kepada masyarakat, mereka mau untuk mendaftar dan menjadi peserta.

“Harapannya setelah adanya kegiatan Pengmas ini seluruh kelompok sasaran dapat memahami terkait pentingnya Jaminan Kesehatan. Sehingga nantinya terdapat peningkatan terkait jumlah Kepesertaan JKN KIS di masing-masing desa tersebut,” tutupnya.

Penulis: Athiya Adibatul Wasi

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).