Dekan FIB Berbagi Pengalaman dan Tips Mendapat Beasiswa di Luar Negeri

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SUASANA diskusi AMCOR Show di American Corner, Lantai 3 Perpustakaan, Kampus B UNAIR pada Senin (28/10/2019). (Foto : Inas Hanfah)

UNAIR NEWS – Mendapatkan beasiswa dan berkesempatan mengenyam pendidikan di luar negeri mungkin menjadi mimpi bagi sebagian mahasiswa, termasuk mahasiswa di Universitas Airlangga (UNAIR). Namun, tentu ada pertanyaan-pertanyaan dan informasi yang dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana dan apa saja yang perlu dipersiapkan dalam mendapatkan kesempatan tersebut.

American Corner UNAIR dalam acara Amcor Show yang bertempat di American Corner, Lantai 3 Perpustakaan, Kampus B, UNAIR mengundang Diah Ariani Arimbi, S.S., M.A., Ph. D., Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sekaligus alumni penerima beasiswa Fulbright pada tahun 1997-1999, berbagi pengalaman serta motivasinya untuk meraih mimpi kuliah di luar negeri. Diah menerima beasiswa Fulbright saat studi magisternya di University Of Northern Iowa.

Tak hanya berbagi pengalaman dan motivasi saja, Amcor Show pada Senin (28/10/2019) itu juga diisi dengan informasi seputar apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mengaplikasikan beasiswa Fulbright. Fulbright merupakan program pendanaan studi oleh AMINEF, organisasi binational yang mengelola beasiswa, yang dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat.

Beberapa persyaratan yang dibutuhkan untuk mendaftar beasiswa Fulbright yaitu IPK, formulir pendaftaran, statement of purpose, kemudian pemilihan bidang pendidikan setelah itu membuat tulisan mengenai object of the study. Selain itu terdapat pula persyaratan berupa surat rekomendasi.

“Nah biasanya (surat) rekomendasi itu dari dosen, atau bos (pimpinan) kalau kita sudah bekerja,” ujar Diah.

Selain persyaratan-persyaratan tersebut, volunteerism dinilai penting untuk hampir semua beasiswa. Volunteerism yang dimaksud adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan tanpa mengatasnamakan uang atau atas nama agenda tertentu.

“Karena salah satu (tujuan) dari beasiswa adalah membuat kita sekolah dan untuk kembali ke masyarakat. Ada yang namanya social entrepreneur yaitu bagaimana kita membuat sesuatu bermakna bagi orang lain,” jelas dosen FIB tersebut.

“Orang pinter itu banyak, tapi orang yang pinter dan concern pada orang lain itu tidak banyak. Nah itu yang dicari oleh Indonesia,” tambahnya.

Tips-tips yang diberikan Diah beberapa diantaranya yaitu memilih state university dari pada universitas swasta karena tingginya biaya kuliah dan cerdik dalam memilih jurusan. Diah juga berpesan agar mahasiswa tidak melulu menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang) tetapi juga memperbanyak social activity. (*)

Penulis : Inas Hanifah

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).