Mahasiswi UNAIR Wakili Indonesia di Konferensi Audiologi Internasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
KANIA (kiri), Dr. Nyilo (tengah) dan Ratih (kanan) menghadiri konferensi IALP, Taipei. (Foto : istimewa)

UNAIR NEWS – Membuat suatu penelitian bukanlah hal yang mudah. Banyak pengorbanan yang diperlukan untuk mengerjakannya. Itulah yang dirasakan Kania Alawiyah dan Ratih Dyah Utami, mahasiswi Kedokteran UNAIR angkatan 2016. Keduanya berkesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya dan menjadi satu-satunya peserta yang mewakili Indonesia di 31st World Congress of IALP (International Association of Logopedics and Phoniatrics) 2019 di Taipei Taiwan.

Selama 4 hari, Kania dan Ratih bertemu bersanding dengan para akademisi dan praktisi di bidang audiology, speech, dan communication disorder untuk mempresentasikan penelitian mereka. “Saya memaparkan hasil penelitian saya mengenai adanya gangguan pendengaran pada pasien hemodialisis (cuci darah,red). Pada pasien hemodialisis, seringkali terjadi gangguan pendengaran akibat banyak faktor” ujar Kania.  

Menurut dirinya, menjelaskan hasil penelitiannya di depan para ahli dari berbagai belahan dunia cukup mendebarkan. “Saya awalnya sangat deg-degan karena merasa sangat minder akan bertemu ahli dari berbagai negara, tapi semua rasa takut kami hilang ketika bertemu langsung dengan mereka. Mereka sangat baik sekali, sangat humble dan memberi kami banyak masukan yang berharga” ujarnya.

Bagi Kania dan Ratih, pertemuan itu membuka wawasannya tentang masalah maupun perkembangan bidang audiologi di dunia. Kedua mahasiswi itu menyadari perkembangan bidang audiologi di Indonesia masih minim dibandingkan dengan negara lain.

“Salah satu bidang audiologi di Indonesia yang kurang berkembang adalah Speech Pathology atau biasa disebut terapi wicara. Kebanyakan dari peserta yang ikut pada IALP adalah mahasiswa Speech Patology. Awalnya sempet bingung itu prodi apa karena di Indonesia belum pernah dengar” ungkap Kania. Bagi Kania, secara tidak langsung kebanyakan negara sudah mulai menyadari pentingnya gangguan pendengaran sehingga menjadikan Speech Pathlogy sebagai program studi.

Tak hanya berdua, Kania dan Ratih juga ditemani oleh dosen pembimbing mereka, Dr. Nyilo Purnami, dr., Sp.THT-KL(K), FICS, FISCM. Dr. Nyilo sendiri juga tergabung sebagai anggota perwakilan Indonesia di IALP.

“Konferensi IALP 2019 ini sangat bermanfaat untuk pengalaman maupun ilmu mahasiswi saya. Selain itu, acara ini juga membuka wawasan saya di bidang yang ditekuninya yaitu audiologi,” ungkapnya.

Penulis : Arya Ivan Mahendra

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu