Ketahui Perilaku Kesehatan Gigi pada Anak Prasekolah Di Kalangan Kelas Menengah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh beritagar.id

Organisasi Kesehatan Dunia / World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa 60-90% dari anak-anak sekolah di seluruh dunia menderita karies. Karies yang parah dan tidak diobati dapat mempengaruhi berat badan, pertumbuhan, dan kualitas hidup, terutama pada anak-anak. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyatakan bahwa kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih memprihatinkan. Dari semua provinsi di Indonesia, prevalensi masalah kesehatan mulut yang masih cukup tinggi ditemukan di Provinsi Kalimantan Selatan (36,1%). Angka ini menjadikan Kalimantan Selatan menduduki peringkat tertinggi kedua provinsi dengan prevalensi karies tertinggi setelah Sulawesi Selatan (36,2%).

Orang tua memiliki peran utama dalam memberikan informasi dan memiliki peran penting untuk kehidupan yang sehat bagi anaknya. Pengetahuan, keyakinan, dan sikap dari orang tua memengaruhi kesehatan mulut, kebiasaan makan dan perilaku kesehatan
anak-anak. Perilaku orang tua, terutama ibu, mempengaruhi kesehatan mulut anak-anak karena ibu bertindak sebagai pengasuh utama dan pembuat keputusan akhir terkait pengasuhan anaknya. Status sosial ekonomi juga dapat mempengaruhi perilaku kesehatan mulut baik pada anak-anak maupun orang tua. 

Biro Pusat Statistik di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menyatakan bahwa pada tahun 2015, 62.45% perempuan bekerja sebagai birokrat. Perempuan yang  bekerja di ruang publik untuk motivasi ekonomi dan sosial untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan tidak tergantung pada suami, sedangkan motivasi sosial adalah tingkat pendidikan, waktu luang, mencari pengalaman dan aktualisasi diri. Status sosial ekonomi keluarga sangat memengaruhi kepatuhan kebutuhan keluarga untuk mencapai standar kehidupan yang makmur dan kesehatan maksimum.

Perempuan yang bekerja di Banjarbaru diklasifikasikan ke dalam masyarakat kelas menengah karena memiliki penghasilan tetap dan berpendidikan baik. Masyarakat kelas menengah adalah kelas sosial dengan pekerjaan dan pendapatan tetap, masyarakat modern yang makmur secara ekonomi, dan berpendidikan baik dan dianggap sebagai orang penting oleh masyarakat sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara usia dan pendidikan ibu yang bekerja pada perilaku kesehatan gigi anak-anak prasekolah usia 5-6 tahun di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Telah terdapat penelitian serupa yang bertujuan untuk meneliti pengaruh lingkugan keluarga terhadap kesehatan gigi anak. Namun penelitian yang ada tidak dengan spesifik menelaah mengenai pengaruh ibu yang bekerja dan tidak bekerja terhadap perilaku kesehatan gigi dan mulut anak. Sehingga penelitian ini dilakukan pada kelompok ibu bekerja pada kelompok kelas menengah yang mungkin terdapat faktor yang dapat memberikan gambaran yang berbeda dengan penelitian-penelitian serupa sebelumnya.

Pada penelitian ini tidak didapatkan hubungan antara usia dan tingkat pendidikan pada Ibu yang bekerja serta tidak ada dampak pada perilaku Ibu dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Ibu yang bekerja memiliki kemungkinan untuk mengalami stress yang tinggi akibat pekerjaan mereka. Kelelahan setelah bekerja ini cenderung menyebabkan para ibu tersebut tidak memberikan perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut anak-anak mereka. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa pendidikan yang baik tidak selalu berbanding lurus secara langsung dengan pola pengasuhan anak. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan kesehatan gigi dan mulut baik tidak memiliki perilaku yang baik. Sehingga pengetahuan yang baik tidak selalu diadaptasi dalam perilaku.  Namun salah satu yang ditemukan pada penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara riwayat mengalami masalah gigi dan mulut pada orang tua dengan tingkat karies gigi anak.

Hasil ini kemudian dapat menjadi dasar dalam melakukan alternatif program-program promotif-preventif di masyarakat. Dalam mendorong masyarakat berperilaku kesehatan gigi yang baik, terutama pada anak-anak dengan pendekatan keluarga khususnya Ibu yang merupakan orang terdekat dan pertama dalam memberikan pendidikan dan menanamkan perilaku pada anak.

Penulis : Isnawati, R Darmawan Setijanto, Taufan Bramantoro, Dinda Dewi Zalinda

Informasi detail tentang riset ini dapat dilihat di :

http://web.b.ebscohost.com/abstract?site=ehost&scope=site&jrnl=09760245&AN=138553298&h=I6oQJ2%2faEDnOvQOT85bZDwobiq1gO84p%2bgQFrkuv4952S6og%2bzyrYsg8porq9UXwSRaN3SzbZF7TWZTXUR%2bxrA%3d%3d&crl=c&resultLocal=ErrCrlNoResults&resultNs=Ehost&crlhashurl=login.aspx%3fdirect%3dtrue%26profile%3dehost%26scope%3dsite%26authtype%3dcrawler%26jrnl%3d09760245%26AN%3d138553298

Isnawati, R Darmawan Setijanto, Taufan Bramantoro, Dinda Dewi Zalinda. 2019. Age and Education Distribution Patterns of Working Mothers on Dental Health Behavior in Preschool Children in Mid-Class Society. Indian Journal of Public Health Research & Development . Jul2019, Vol. 10 Issue 7, p867-871. 5p

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu