Fase Aklimatisasi Menentukan Keberhasilan Pembibitan Tanaman Anggrek

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber foto: kampunganggrek.or.id
Sumber foto: kampunganggrek.or.id

Anggrek merupakan tanaman hias yang dianggap paling indah karena memiliki bentuk dan warna yang beraneka macam, beraroma khas, dan bunganya tahan lama pada kondisi ruangan. Pada jaman modern ini, anggrek digunakan sebagai bunga potong dan tanaman pot yang sudah menjadi suatu industri bunga di dunia. Selain itu, beberapa jenis anggrek yang digunakan sebagai tanaman obat, misalnya Gastrodia Elata. Jenis anggrek yang memiliki nilai jual cukup tinggi dan cukup popular adalah anggrek Dendrobium sylvanum Rchb. f.

Anggrek Dendrobium merupakan tanaman epifit, yang artinya tumbuhan tersebut hidupnya menumpang pada tumbuhan lain sebagai tempat hidupnya, misalnya hidup di batang, cabang, atau ranting tanaman manga atau tanaman lainnya. Sehingga untuk memperoleh unsur-unsur hara dari akar sangat terbatas.

Pada tanaman anggrek Dendrobium penyerapan unsur hara 90 persen terjadi melalui daun. Tanaman anggrek Dendrobium memiliki laju pertumbuhan yang sangat lambat hal ini membutuhkan strategi pemberian konsentrasi larutan pupuk secara tepat agar penyerapannya memberikan pengaruh nyata terhadap percepatan pertumbuhannya. Untuk memasok pertumbuhan anggrek Dendrobium dalam pot, salah satu caranya dapat dilakukan dengan pemberian pupuk daun, karena dalam pupuk daun sudah terdapat unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman anggrek.

Perbanyakan tanaman anggrek dilakukan secara in vitro dengan kultur jaringan. Kultur jaringan mempunyai beberapa tahapan. Salah satunya tahapan akhir, yaitu tahap aklimatisasi yang merupakan masa penyesuaian plantlet in vitro dari lingkungan heterotrof atau dalam media yang mengandung unsur-unsur hara yang lengkap ke lingkungan ex vitro atau lingkungan autrotrof atau ke lingkungan. Di mana tanaman anggrek tersebut dapat hidup seperti di lingkungan alamiah dan melakukan fotosintesis.

Bibit anggrek hasil perbanyakan secara in vitro atau melalui kultur jaringan membutuhkan proses adaptasi atau penyesuaian sebelum tumbuh besar menjadi tanaman. Penyesuaian terhadap iklim pada lingkungan baru dikenal dengan istilah aklimatisasi. Aklimatisasi merupakan tahapan akhir yang menentukan dalam perbanyakan in vitro. Fase aklimatisasi merupakan masa yang kritis dalam rangkaian perbanyakan tanaman. Plantlet hasil in vitro sangat peka terhadap evapotranspirasi atau kehilangan air yang terjadi karena penguapan dan karena proses pengambilan air dan garam-garam mineral melalui akar atau bagian tumbuhan lainnya, serangan cendawan dan bakteri, maupun cahaya dengan intensitas berlebih yang berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif. Pertumbuhan vegetatif tanaman anggrek Dendrobium selama aklimatisasi dipengaruhi oleh kondisilingkungan seperti cahaya, suhu dan kelembapan serta faktor lain seperti macam media dan intensitas pemupukan yang diberikan.

Pemilihan media yang tepat dengan sensitivitas rendah, aerasi tinggi, permeabilitas dan nilai keasaman yang benar merupakan syarat untuk menjamin kondisi inisiasi perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Juga dibutuhkan media yang dapat menjaga kondisi jangka panjang tanpa penurunan mutu untuk menghindari pemadatan dan kurangnya aerasi dan permeabilitas. Substrat merupakan dasar untuk budidaya anggrek. Substrat adalah bahan padat dan berpori, sintetik atau alami, yang dikombinasikan atau tidak, yang memungkinkan untuk pertumbuhan tanaman yang baik dibawah kondisi lingkungan yang terkendali.

Tujuan penelitian ini untuk medapatkan media tanam yang optimum dan waktu pemupukan yang tepat untuk pertumbuhan tanaman anggrek Dendrobium sylvanum Rchb. f. pada fase aklimatisasi. Penelitian dirancang dengan percobaan faktorial 6×4. Faktor pertama, yaitu variasi media tanam, yaitu media arang, sabut kelapa, ampas tebu, arang kombinasi sabut kelapa, arang kombinasi ampas tebu dan ampas tebu kombinasi sabut kelapa. Faktor kedua waktu pemupukan adalah tanpa pemupukan, 1×7 hari pemupukan, 1×14 hari pemupukan dan 1×20 hari pemupukan selama 3 bulan.

Parameter pertumbuhan yang diukur adalah diameter batang (cm), panjang dan lebar daun (cm) dan panjang akar (cm). Data yang diproleh diuji secara statistik menggunakan Manova dua arah dengan α 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan ada beda pada variasi media dan waktu pemupukan terhadap pertambahan pertumbuhan panjang dan lebar daun, diameter batang dan panjang akar tanaman anggrek Dendrobium pada fase aklimatisasi.

Hasil pada perlakuan media terbaik ditunjukkan oleh perlakuan media ampas tebu kombinasi sabut kelapa yaitu pertumbuhan diameter batang sebesar 0,33 cm, panjang daun sebesar 0,39 cm, lebar daun sebesar 0,19 cm dan panjang akar sebesar 1,84 cm. Perlakuan pemupukan terbaik adalah perlakuan pemupukan 1×14 hari dengan pertambahan diameter batang sebesar 0,4 cm, panjang daun sebesar 0,46 cm, lebar daun sebesar 0,19 cm dan panjang akar sebesar 2,18 cm. sedangkan untuk interaksi antara media dengan pemupukan hasil terbaik adalah media ampas tebu kombinasi sabut kelapa dengan perlakuan pemupukan 1×14 hari. (*)

Penulis: Sucipto Hariyanto

Link terkait artikel ilmiah populer di atas, di Jurnal Planta Tropika: Effect of Plant Media and Fertilization on the Growth of Orchid Plant (Dendrobium sylvanum Rchb. f.) in Acclimatization Phase.

http://journal.umy.ac.id/index.php/pt/article/view/4654/4542

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu