Profesor Christopher Gan Beri Kuliah Tamu Kepenulisan Jurnal Internasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PROFESOR Christopher Gan saat memberikan sesi kuliah tamu di Aula Tirtodiningrat. (Foto: Intang Arifia)
PROFESOR Christopher Gan saat memberikan sesi kuliah tamu di Aula Tirtodiningrat. (Foto: Intang Arifia)

UNAIR NEWS – Sebagai wujud kerja sama antara Universitas Airlangga dan Lincoln University New Zealand, FEB UNAIR menggelar kuliah tamu yang diisi oleh Profesor Christopher Gan. Kuliah tamu yang digelar di Aula K.R.M.T Tirtodiningrat tersebut membahas mengenai langkah-langkah kepenulisan naskah jurnal dan bagaimana naskah tersebut mampu diakreditasi dalam lembaga jurnal yang kredibel.

Acara yang diadakan pada Jum’at (4/10/19) tersebut dihadiri oleh 50 mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3. Dalam acara tersebut Prof. Gan membuka materinya dengan menyampaikan enam hal yang harus diperhatikan dalam penulisan jurnal.

“Hal pertama dan paling penting yang perlu kalian perhatikan adalah orisinalitas. Jangan pernah mengambil materi yang sama atau bahkan menyamai jurnal lain. Karena salah satu hal yang diharapkan reviewer dari jurnal kalian adalah kontribusi baru bagi kehidupan praktikal,” ungkap profesor akuntansi dan keuangan Lincoln University tersebut.

Kedua adalah problem statement yang harus linier dengan topik. Selain itu, rumusan masalah ini diharapkan berbeda dengan yang lain sehingga jurnal tersebut nantinya mampu memiliki nilai jual di mata para reviewer. Langkah ketiga adalah cara memilih metode yang tepat.

“Istilahnya catch the right fish with the right weapon.Mahasiswa harus banyak-banyak membaca teori dan literatur. Sehingga kalian memiliki referensi dalam menentukan metode apa yang sesuai dengan kajian jurnal kalian,” tutur Prof. Gan.

Keempat, konsistensi kebahasaan jurnal. Jurnal internasional sebagaimana pada umumnya adalah berbahasa Inggris. Maka dari itu, mahasiswa harus konsisten mengenai pemilihan bahasa, apakah akan menggunakan bahasa Inggris American atau British. Kelima adalah penjelasan dari kesimpulan jurnal.

“Selain konklusi jurnal harus linier dengan isinya, konklusi akhir juga harus memiliki impact factor baik untuk masyarakat, pemerintah, atau akademisi. Jurnal kalian kelak harus bisa menjadi rujukan masyarakat atau bahkan para decision maker,” ungkapnya.

Langkah terakhir, Prof. Gan mengingatkan mengenai presentasi jurnal. Hendaknya tulisan yang dibuat dalam jurnal tersebut memiliki intisari dan tidak bertele-tele. “Tidak ada gunanya kalian menulis beribu-ribu lembar halaman jika ternyata intinya bisa diperas menjadi beberapa halaman saja. Intinya hal yang penting adalah kualitas, bukan kuantitas,” tutur Prof. Gan.

Bukan hanya itu, Prof. Gan selanjutnya juga menekankan mengenai norma dan tata cara dalam mengirim publikasi jurnal, di antaranya menghindari pengiriman naskah yang terburu-buru, pemilihan outlet publikasi yang tepat, baca dengan saksama tujuan dan lingkup lembaga jurnal yang diinginkan, buat kesan yang baik dan menarik di judul dan abstrak, perhatikan editing dan proofread, serta memperhatikan komentar juri dengan bijak

Pada akhir acara Prof. Gan mengingatkan bahwa persaingan dalam akreditasi jurnal internasional semakin sulit di masa ini, karena berbagai negara dan universitas berlomba-lomba untuk menerbitkan jurnal mereka.

“Maka dari itu tak apa jika sekali jurnal kalian ditolak. Saya pun juga pernah mengalami hal tersebut. Tapi yang paling penting kemudian adalah bagaimana kalian mampu menggunakan masukan dari para reviewer dengan baik dan bijak,” pungkasnya. (*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu