Kualitas Hidup Pasien Diabetes dengan Ulkus Kaki Diabetik yang Menjalani Terapi Hiperbarik Oksigen

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
(Sumber: Jawa Pos)

Diabetes melitus (DM) menjadi fenomena di tingkat global terutama di negara berkembang seperti Indonesia, karena morbiditas dan mortalitas DM yang masih tinggi. Di Indonesia, DM menjadi salah satu penyakit dengan beban biaya pelayanan medis tertinggi setelah penyakit jantung dan stroke. Pencegahan dan pengendalian penyakit DM sudah banyak diketahui, akan tetapi masih banyak dijumpai DM dengan komplikasi yang menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia.

Di antara komplikasi kronik DM, ulkus kaki diabetik (UKD) merupakan komplikasi menahun yang paling ditakuti bagi penderita DM, baik ditinjau dari lama perawatan maupun tingginya biaya yang diperlukan (Awad, Langi and Pandelaki, 2013). Proses penyembuhan dan pengobatan yang cukup lama membuat timbulnya perasaan negatif seperti perasaan pasrah dan putus asa.

Data dari Global status report on Noncommunicable Diseases (NCD) World Health Organization (WHO) DM menempati peringkat ke-6 sebagai penyebab kematian. International Diabetes Federation (IDF) memperhitungkan angka kejadian DM di dunia pada tahun 2012 adalah 371 juta jiwa, tahun 2013 meningkat menjadi 382 juta jiwa dan diperkirakan pada tahun 2035 DM akan meningkat menjadi 592 juta.

Di Indonesia angka kejadian DM termasuk urutan terbesar ke-7 dunia yaitu sebesar 7,6 juta jiwa. Sedangkan angka kejadian penderita UKD (Ulkus Kaki Diabetik) sebesar 15% dari penderita DM. Bahkan angka kematian dan amputasi masih tinggi yaitu sebesar 32,5% dan 23,5%.

DM dengan UKD merupakan penyakit kronik sehingga diperlukan pengelolaan yang terus menerus agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berakibat pada penurunan kualitas hidup penderita  Penurunan kualitas hidup pada penderita DM dengan UKD bisa dikarenakan sifat penyakit yang kronik sehingga dapat berdampak pada pengobatan dan terapi yang sedang dijalani. Penurunan kualitas hidup pada penderita UKD berkaitan dengan keterbatasan dalam melakukan aktivitas, disabilitas, dan nyeri akibat ulkus.

Kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan menunjang untuk mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya. Hiperbarik oksigen (HBO) merupakan salah satu pilihan terapi adjuvan dalam pengobatan UKD. HBO merupakan pemberian oksigen 100% dimana penderita berada dalam suatu ruangan bertekanan tinggi dan bernafas dengan oksigen murni pada tekanan udara lebih besar daripada udara atmosfir normal yaitu 1 ATA (Atmosfir Absolut).

Peranan HBO adalah memperbaiki jumlah oksigen yang dihantarkan ke daerah luka, baik yang berikatan dengan haemoglobin maupun yang terlarut dalam plasma. Dengan demikian, tingkat kesembuhan luka berhubungan langsung dengan kadar oksigen dalam jaringan. Dengan proses penyembuhan luka yang cepat, dapat menurunkan risiko amputasi, meminimalkan risiko kematian, serta menurunkan biaya perawatan pada pasien UKD. Hal tersebut akan meningkatkan kuliatas hidup penderita.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain quasy experimental, dimana dipelajari pengaruh HBO terhadap kualitas hidup penderita ulkus kaki diabetik di RSAL Dr. Ramelan Surabaya, dengan pendekatan non-equivalent Control Group Design. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh HBO terhadap kualitas hidup penderita ulkus kaki diabetik. Penelitian ini terdiri dari satu kelompok yang mendapatkan intervensi dan satu kelompok kontrol. Intervensi yang akan diberikan yaitu terapi HBO 2,4 ATA dengan pemberian oksigen100% 3×30 menit interval 5 menit menghirup udara biasa 20x berturut-turut selama 20 hari. Jumlah responden dalam penelitian ini sebayak 70 orang yang mengalami UKD derajad 3 dan 4.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masing-masing domain kelompok kontrol dan intervensi, nilai pre-test rata-rata menunjukkan bahwa kualitas hidup responden berada dalam kategori rendah, yaitu domain fisik 68 orang (97,1%), domain psikologis 67 orang (95,7%), domain sosial 54 orang (77,1%), dan domain lingkungan 62 orang (88,6%). Setelah diberikan intervensi dengan terapi HBO menujukkan bahwa domain fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan menunjukkan perubahan yang signifikan dibanding pada kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi HBO.

Kesehatan fisik yang mulai menurun akibat ulkus dapat berakibat bertambahnya kesakitan dan kebutuhan medis, berkurangnya kemampuan aktifitas serta menimbulkan kegelisahan atas kesehatan yang dialami. Peranan HBO yang utama adalah memperbaiki jumlah oksigen yang dihantarkan ke daerah luka atau ulkus sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan luka.

Proses penyembuhan luka yang cepat dapat mengurangi respon inflamasi dan mencegah terjadinya amputasi yang dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Perbaikan derajat luka dan karakteristik luka setelah dilakukan HBO dapat mengurangi kesakitan dan kebutuhan medis. Selain itu, penurunan rasa nyeri menyebabkan penderita memiliki waktu istirahat yang cukup untuk meningkatkan vitalitas dalam bekerja.

Terapi HBO memberikan pengaruh terhadap kualitas hidup dari domain kesehatan fisik, dimana pemberian HBO menunjukan perbaikan derajat luka dan karakteristik luka, sehingga mengurangi kesakitan dan kebutuhan medis penderita ulkus kaki diabetik. HBO memberikan pengaruh pada domain psikologis, dimana pemberian HBO memberikan harapan yang besar seiring perbaikan derajat luka dan berkurangnya rasa sakit menyebabkan penderita ulkus kaki diabetik termotivasi untuk terus bangkit dan mengurangi kecemasan terkait kondisi yang dialami.

HBO memberikan pengaruh pada domain hubungan sosial, dimana penyembuhan luka yang cepat dengan HBO menimbulkan persepsi positif sehingga meningkatkan dukungan interpersonal, kepercayaan diri di lingkungan sosial serta memberikan perubahan persepsi dalam menjalani hidup. HBO juga memberikan pengaruh pada domain lingkungan, dimana HBO sebagai penunjang kesehatan dalam proses penyembuhan luka meningkatkan persepsi kongnitif penderita UKD dalam memaknai kualitas hidupnya. (*)

Penulis: Hidayat Arifin

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada tulisan kami di:https://e-journal.unair.ac.id/FMI/article/view/14344/0

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu