Eksplorasi Tumbuhan Obat Antidiabetes Berbasis Informasi Etnofarmakologi Suku Asli Kalimantan Timur

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Hutan Kalimantan. (Sumber: Hukum Rmol)

Pulau Kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar di dunia dan merupakan kawasana hutan tropis terbesar setelah hutan Amazaon di Brazil. Pulau Kalimantan dimiliki oleh tiga negara anggota ASEAN yaitu Indonesia (Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara), Malaysia (Serawak dan Sabah) dan Brunei Darussalam. Pulau Kalimantan yang hampir seluruh wilayahnya adalah hutan tropis dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan segala manfaat alam bagai penduduk asli pulau ini menjadikan perlu dilakukan berbagai kegiatan konservasi atas keanekaragaman hayati yang dimiliki.

Pemerintah tiga negara yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia telah bersepakat secara bersama-sama menjaga kekayaan alam ini dan memanfaatkannya secara bijaksana. Kesepakatan ini tertuang pada tahun 2007 dalam Deklarasi Heart of Borneo (HOB) dan program kegiatannya terpetakan pada tahun 2008 dalam Rencana Aksi Strategis Tiga Negara.

Pemanfaatan keanekaragaman hayati di Pulau Kalimantan sebagian besar sebagai sandang pangan dan papan oleh suku asli pulau tersebut. Selain itu juga pemanfaatan keanekaragaman hayati dilakukan melalui rangkaian kegiatan tradisional oleh suku-suku asli seperti upacara adat dan praktek pengobatan tradisional oleh para kepala adat suku asli disetiap wilayah. Pemanfaatan tumbuhan obat oleh suku asli pulau Kalimantan masih berupa aplikasi tradisional yang telah dilakukan bertahun-tahun lamanya.

Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di kawasan pulau Kalimantan. Topograpi wilayah Kalimantan Timur yang terdiri dari banyak dataran rendah dan pegunungan yang tertutup kanopi pepohonan membuat hutan Kalimantan Timur mengandung keberagaman hayati yang sangat tinggi. Pemanfaatan keanekaragaman hayati di Kalimantan Timur seperti kayu membuat proses deforestrasi yang begitu cepat. Disisi lain juga menimbulkan ketimpangan yaitu belum maksimalnya pemanfaatan keanekaragaman hayati non-kayu seperti jamur, pohon perdu, akar hutan dll.

Penduduk asli Kalimantan Timur yang terdiri dari suku-suku asli yaitu Dayak, Paser, Kutai, Banjar dan Tidung menggunakan keanekaragaman hayati dengan kearifan lokal masing-masing seperti memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. Selain itu dalam hal pengobatan, suku-suku asli Kalimantan Timur menggunakan keanekaragaman hayati berupa tumbuhan kayu dan non-kayu sebagai bahan alami untuk pengobatan yang dipandu dalam acara adat. Kearifan lokal berupa informasi pemanfaatan tumbuhan obat ini merupakan warisan yang sangat penting, dimana diturunkan dari generasi ke generasi.

Pemanfaatan tumbuhan obat alami berdasarkan informasi suku asli Kalimantan Timur sampai hari ini masih terus dilakukan dan diterapkan oleh suku-suku tersebut. Hal ini merupakan salah satu langkah konservasi yang mutlak dari kearifan lokal untuk melestarikan tumbuhan hutan (kayu dan non-kayu) dari 0deforestrasi.

Seiring dengan semangat HOB dan aksi konservasi hutan yang meliputi keanekaragaman hayati (kayu dan non-kayu) dari proses deforestrasi dan guna melakukan kegiatan pelestarian melalui ex-situ tumbuhan obat dari hutan primer ke hutan konservasi maka dilakukan kegiatan ekplorasi tumbuhan obat di Kalimantan Timur berbasis informasi etnofarmakologi suku asli dengan tetap mengacu pada kearifan lokal.

Eksplorasi dan penelitian bersama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman dipandu oleh informasi dari suku asli mengenai pemanfaatan keanekaragaman hayati terutama tumbuhan obat (kayu) di wilayah Kalimantan Timur menghasilkan informasi dan hasil analisa laboratorium yang cukup signifikan.  

Salah satu hasil penelitian ini adalah eksplorasi tumbuhan obat Kalimantan Timur yang memiliki potensi sebagai antidiabetes dan anti radikal bebas, hubungannya dengan pencegahan komplikasi dari penyakit diabetes yang disebabkan oleh prekursor radikal bebas. Informasi suku asli Kalimantan Timur dijadikan acuan dalam eksplorasi dan analisa laboratorium guna mendapatkan hasil yang optimal yang berhubungan dengan pencarian obat dan pengembangan material terapi dari bahan alami untuk antidiabetes dan anti radikal bebas. Pengembangan hasil eksplorasi dan analisa laboratorium akan diteruskan dalam hal pencarian senyawa aktif yang bertanggung jawab atas potensi sebagai antidiabetes dan anti radikal bebas.

Tumbuhan obat yang diteliti berasal dari salah satu wilayah di area Kalimantan Timur dari sekian ratus titik objek penelitian yang dirancang. Dengan hasil penelitian ini, menjadikan beberapa tumbuhan obat (kayu) yang telah diteliti menjadi target tumbuhan obat yang potensial untuk dikembangkan lebih jauh dan menjadikan rekomendasi tumbuhan obat tersebut masuk dalam status harus dikonservasi karena potensi bioaktivitasnya. (*)

Penulis: Rico Ramadhan, Alfinda N Kristanti, Rudianto Amirta, Irawan Wijaya Kusuma

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada artikel ilmiah di:https://smujo.id/biodiv/article/view/3898 1

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu