Fokus pada Budaya dan Pendidikan Anak, BEM FIB Kembali Gelar Pengabdian DEPUTRA

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PEMBUKAAN kampung mitra dalam rangkaian kegiatan pengabdian DEPUTRA yang berlangsung di RT 1 Karang Menjangan Surabaya pada Sabtu (05/10). (Foto: Istimewa)
PEMBUKAAN kampung mitra dalam rangkaian kegiatan pengabdian DEPUTRA yang berlangsung di RT 1 Karang Menjangan Surabaya pada Sabtu (05/10). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) siap kembali menggelar pengabdian DEPUTRA (Desa dan Kampung Mitra) untuk kali kedua. Program kerja prestatif Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM FIB itu akan mengedepankan budaya dan pendidikan anak sebagai tema pada tahun ini.

“Untuk DEPUTRA tahun ini temanya kebudayaan dan pendidikan dengan sasarannya anak-anak. Meskipun nanti ada proker untuk masyarakat umum, tapi fokus kita ke anak-anak karena kami ingin membenahi generasi tidak dari atasnya, tapi dari akarnya,” ungkap Diza Mevia, ketua pelaksana DEPUTRA 2019.

DEPUTRA akan berlangsung di dua lokasi, yaitu di RT 01 Karang Menjangan, Surabaya, sebagai kampung mitra dan Desa Pujiharjo, Malang Selatan, sebagai desa mitra. Mengawali dengan kampung mitra, BEM FIB melangsungkan pembukaan kampung mitra pada Sabtu sore (5/10/2019).

Kampung mitra akan diadakan selama satu bulan penuh pada bulan Oktober dengan delapan kali pertemuan. Koordinator acara DEPUTRA 2019 menyebut ada tema berbeda di tiap minggunya.

“Untuk Minggu ini pembukaan sekaligus langsung materi dengan tema kerohanian dan moral. Minggu kedua, seni dan sastra. Minggu ketiga temanya lingkungan. Dan, di Minggu keempat temanya nasionalisme,” tutur Natasya Atmim.

Berbeda dengan tahun lalu, lanjutnya, tahun ini pertemuan dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. “Untuk tahun ini kampung mitra kita tiap Sabtu dan Minggu. Untuk yang Sabtu kita fokus ke materi, dan proses pembelajaran di ruangan. Untuk hari Minggunya, kita fokus kegiatan yang aktif seperti games atau praktik-praktik sesuai materi yang disampaikan di hari Sabtu itu. Jadi, hari Minggu untuk penerapannya,” jelasnya.

Materi yang disampaikan pun dikemas dengan menarik melalui video-video pendek dan lagu-lagu. Natasya juga menyebut di tiap kegiatannya selalu diselipkan unsur-unsur kecil menyangkut budaya.

“Apapun kegiatan yang kita lakukan itu kita masukkan unsur-unsur kecil tentang budaya. Tujuannya di sini kan untuk menyampaikan materi-materi yang mungkin jarang disampaikan di sekolah,” imbuhnya.

Pembukaan tersebut dihadiri adik-adik Karang Menjangan dan Ketua RT setempat. Berkesempatan memberikan sambutan, ketua RT 01 Karang Menjangan berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dari awal sampai akhir bulan dan dapat bermanfaat untuk masyarakat luas, khususnya adik-adik Karang Menjangan. (*)

Penulis: Lailatul Fitriani

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu