Fatqiatul Wulandari, Anak Petani Jadi Mawapres FKM UNAIR 2019

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Fatqiatul Wulandari ketika menerima penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi FKM UNAIR 2019. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Fakultas Kesehatan Masyarakat kembali digelar tahun 2019. Melalui Uji Publik Mawapres FKM UNAIR yang diselenggarakan pada Sabtu lalu (28/9/19) di RK 13 FKM UNAIR, FKM UNAIR mendapatkan dua mawapres.

Mereka adalah Muhammad Rizky Widodo mahasiswa angkatan 2018 dan Fatqiatul Wulandari mahasiswa angkatan 2019. Mereka akan mewakili pemilihan mawapres tingkat universitas.

Fatqiatul Wulandari salah seorang mawapres ketika diwawancarai mengatakan bahwa, mawapres adalah salah satu kesempatan yang baik bagi mereka yang memiliki prestasi tertentu, baik di bidang akademik maupun non akademik. Melalui pembuatan karya tulis juga akan mengasah peserta dalam bidang kepenulisan.

“Tak hanya hardskill, tapi di sini menjadi seorang yang nantinya lolos seleksi wajib memiliki softskill dan kemampuan berbahasa Inggris yang baik,” ungkapnya.

Menjadi salah satu cita-cita sejak mahasiswa baru, menjadi mawapres FKM UNAIR membuktikan bahwa meskipun Wulan berasal dari keluarga petani, ia tetap dapat bersaing dan berprestasi di kampus yang bergengsi.

Selain itu, beberapa motivasinya seperti menambah kemampuan hardskill dan softskill, sebagai ladang dakwah, serta keluar dari zoba nyaman sebagai mahasiswa, membuat Wulan semakin kekeh dan yakin untuk mengikuti ajang itu.

“Menjadi mawapres adalah salah satu list mimpi saya sejak maba (mahasiswa baru, Red). Dengan ini saya juga bisa membuktikan bahwa anak seorang petani mampu bersaing dan berprestasi di kampusnya,” ujarnya.

Fatqiatul Wulandari ketika menerima penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi FKM UNAIR 2019. (Dok. Pribadi)

Selain itu, kesulitan sempat Wulan hadapi dalam meraih kesuksesan di Mawapres 2019. Salah satunya yakni ketika tahap presentasi. Mempresentasikan karya tulis ilmiah dengan menggunakan bahasa Inggris, memacu Wulan untuk belajar lebih giat sehingga juri dan audiens dapat memahami apa yang ia sampaikan.

“Tentunya ini sangat menguras cukup tenaga untuk berlatih dan mempersiapkan presentasi dengan baik, agar juri dan audiens paham apa yang saya sampaikan,” ucapnya.

Menjadi salah satu mahasiswa yang dipercaya oleh FKM UNAIR dalam pemilihan mawapres tingkat universitas, Wulan akan melakukan yang terbaik dalam melaksanakan tahap-tahap selanjutnya. Wulan juga berharap, dengan menjadi mawapres, ke depan ia mampu memberikan impact positif terhadap lingkungan, serta mampu menunjang terwujudnya cita-cita menjadi seorang akademisi. (*)

Penulis : Ulfah Mu’amarotul Hikmah

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu