Kolaborasi BEM FPK UNAIR Peduli Lingkungan Pesisir

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PARA pemateri yang mengisi workshop EYCL 2019. Dari kiri: Wahyu Eka dari WALHI Jatim, Eka Saputra dosen FPK UNAIR, dan Dicky Dwi Rizky dari SCHOOVE. (Foto : Panitia)

UNAIR NEWS – Gerakan peduli lingkungan akhir-akhir ini semakin digencarkan dan menjadi perhatian khusus masyarakat. Kali ini, BEM Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR berkolaborasi dengan SCHOOVE (School of Coastal Environment) dan WALHI Jawa Timur mengadakan workshop “Empowering Youth Coastal Leaders” (EYCL), pada Sabtu (28/09/2019) di Ruang 401, FPK UNAIR Gedung C.

Terdapat tiga pemateri yang mengisi EYCL 2019. Yakni, Eka Saputra, S.Pi., M.Si. dosen FPK UNAIR, Dicky Dwi Rizky Nugroho dari SCHOOVE, dan Wahyu Eka Setyawan dari WALHI Jatim.

Dalam kesempatan itu, Eka Saputra menyampaikan materi seputar keilmuan perikanan. Antara lain, sumber daya ikan; peta perikanan tangkap dunia; perkiraan jumlah spesies ikan di Indonesia; pelarangan jenis-jenis spesies tertentu dari kepiting, rajungan dan lobster; dan enam domain sumber daya ikan.

Eka menegaskan bahwa spesies ikan di Indonesia biodiversitasnya begitu tinggi diandingkan di luar negeri sedikit. Indonesia memiliki keunggulan di biodiversitas tersebut. “Orang luar negeri aja kalau mau meneliti terumbu karang harus datang ke Indonesia,” terang Eka.

Materi kemudian disambung oleh Dicky Dwi. Dicky menjelaskan seputar kondisi lautan dan pesisir Indonesia saat ini. Menurutnya, banyak sekali hotel-hotel dibangun di bibir pantai demi kepintingan bisnis. “Hanya untuk instagramable, tidak memperhatikan kondisi lingkungan pesisir tersebut,” ucapnya.

Setelah Dicky, Wahyu Eka menjelaskan peta geomorfologi pantai di Surabaya, kondisi daerah pesisir di Surabaya, dan betapa pentingnya mangrove untuk keseimbangan ekosistem.

“Mangrove itu seperti benteng, menahan air laut untuk merusak daerah pesisir atau disebut abrasi,” ujar Wahyu.

Tak hanya itu, dalam workshop itu juga terdapat FGD (Focus Group Discussion). Para peserta workshop berdiskusi dengan peserta lain lalu membahas tentang materi yang sudah diberikan. Hasil diskusi kemudian mereka tulis di kertas putih berukuran besar.

“Semoga nantinya setelah workshop ini diharapkan peserta bisa menjadi volunteer untuk membangun daerah pesisir,” ujar Fadhil, mahasiswa FPK UNAIR selaku perwakilan pemuda SCHOOVE. (*)

Penulis : Dimar Herfano

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu