Kata Mahasiswa Baru FKM UNAIR Banyuwangi tentang BToPH 2019

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto bersama mahasiswa baru FKM PSDKU setelah kegiatan outbond. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Basic Trainig Of Public Health atau biasa disebut BToPH merupakan salah satu kegiatan kaderisasi yang dilakukan oleh mahasiswa baru jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga di Banyuwangi. Kegiatan serangkaian BToPH dilakukan pada tanggal 31 Agustus, 7 September, 16 September, 21 September, serta 22 September 2019. Kegiatan BToPH tentu saja mempunyai kesan tersendiri bagi mahasiswa baru.

Menurut Febry, kegiatan BToPH memberikan kesan yang menarik. Dari awal kegiatan pra-BToPH hingga BToPH telah diberikan materi mengenai kesehatan masyarakat. Mulai dari departemen hingga prospek kerjanya sendiri.

“Untuk pelaksanaan dari awal pra-BToPH hingga BToPH sendiri sangat menarik. Dari awal pra-BToPH kita sudah diberikan materi untuk mengenal kesehatan masyarakat itu sendiri. Dimulai dari departemen yang ada hingga prospek kerjanya itu sendiri. Kegiatan BToPH mengusung konsep follow your dream and do the best, sehingga kami semua sangat aktif dan ingin lebih tau mengenai kesehatan masyarakat itu sendiri,” ucapnya.

Selain Febry, Afan selaku Komting angkatan 2019, mengaku kegiatan BToPH ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa baru. Menurutnya, dalam kegiatan BToPH sendiri memiliki metode pembelajaran yang menarik. Metodenya sendiri dalam bentuk diskusi, dimana setiap kelompok duduk melingkar dan aka ada pemateti yang data ke masing-masing kelompok.

“Pelaksanaan BToPH memberikan manfaat disetiap kegiatannya. Salah satunya seperti metode pembelajaran yang panitia buat, yaitu para mahasiswa baru duduk melingkar, kemudian nantinya akan ada kakak tingkat yang mengisi materi terkait dengan keahliannya masing-masing. Selain itu beberapa kegiatan, seperti analisis SWOT, outbond¸ presentasi LKTI juga merupakan kegiatan yang bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.

Afan mengaku, kegiatan BToPH memberikan yang luar biasa. Meskipun terdapat rasa lelah, tapi kegiatan BToPH ini akan tetap menjadi kegiatan yang paling dirindukan nantinya. Selain itu, kegiatan ini juga membuat mereka lebih menghargai waktu.

“Kegiatan BToPH memberikan kesan yang luar biasa. Meskipun ada rasa lelah, tapi hal itu merupakan manusiawi. Kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang paling-paling dirindukan ketika kami sudah menjadi kakak tingkat. Selain itu, kesan yang kedua, kami jadi lebih paham mengenai manajemen waktu dan menghargai waktu yang ada,” lanjutnya.

Baik Febry dan Afan mempunyai harapan yang tidak berbeda jauh. Mereka berharap, melalui kegiatan BToPH, dapat menyadari dan memahami pentingnya peran kesehatan masyarakat dalam dunia kesehatan dan mau berkontribusi secara aktif dalam berbagai kegiatan untuk memajukan kesehatan masyarakat di Indonesia.(*)

Penulis: Nadiyah Rahmasari

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu