Ciptakan Inovasi Usaha Makanan SAKECY, Tim UNAIR Sabet Juara II Kompetisi Business Plan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ABDURRAHMAN Aziz, Aulia Citra, dan Daniyal Firmansyah saat sesi awarding kompetisi Business Plan. (Foto: Laurensia)
ABDURRAHMAN Aziz, Aulia Citra, dan Daniyal Firmansyah saat sesi awarding kompetisi Business Plan. (Foto: Laurensia)

UNAIR NEWS – Pada Minggu (22/9/2019), Tim Universitas Airlangga (UNAIR) yang beranggota Abdurrahman Aziz (Manajemen 2017), Aulia Citra Cahyani (Manajemen Pemasaran Vokasi 2018), serta Daniyal Firmansyah (Pengobatan Tradisional Vokasi 2018) berhasil meraih juara II pada lomba Business Plan “Womenpreneur” yang diadakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM UNAIR. Pada kompetisi tersebut, tim UNAIR harus bersaing dengan kompetitor dari berbagai universitas ternama lainnya. Mereka membawa inovasi bisnis bernama SAKECY yang berusaha untuk mengangkat brand masakan lokal dalam kemasan milenial.

“Kami mendapat ide ini karena keresahan yang timbul akibat minimnya minat generasi muda akan masakan lokal. Mereka kebanyakan lebih menyukai masakan ala barat maupun fast food,” tutur Aziz selaku founder SAKECY bersama Aulia.

“Di samping itu, brand kami juga berusaha untuk mengangkat masakan khas Madura dengan berbagai bumbu seperti cabe merah, cabe hijau, bawang bombay, dan lain sebagainya,” ungkap Aulia pada sesi presentasi di Ruang Kuliah Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR.

Hal yang kemudian menjadi nilai plus dari inovasi bisnis tersebut adalah Aziz dan kawan-kawannya berusaha untuk mengemas produknya dengan selera milenial. Di samping itu, mereka berusaha untuk mencantumkan nilai gizi dari tiap produknya. Hingga kini, pemasaran bisnis itu telah berjalan secara massal.

“Brand kami telah tersedia di beberapa platform pesan antar seperti Grab dan Go-Jek. Omsetnya sendiri dapat mencapai lebih dari 14 juta per bulannya,” ungkap Aziz.

Dalam pengembangan bisnis SAKECY mereka sempat menghadapi beberapa kendala seperti kurangnya sumber daya manusia, sulitnya penelitian dalam menentukan nilai gizi, serta pencarian investor dalam pengembangan bisnis. “Namun, kami selalu berharap kami mampu mengembangkan bisnis ini tidak hanya sampai lingkup UNAIR saja, tapi hingga wilayah-wilayah lain di Surabaya,” tutur Aziz.

Sesi awarding dari kompetisi Business Plan tersebut dilakukan bersama seminar nasional dan talkshow yang dihadiri oleh dr. Irmadita Citrashanty, Sp.KK selaku CEO PT Aiola, Dr. Tri Siwi Agustina, SE., M.Si selaku koordinator keirausahaan PPKK UNAIR, serta Neida Aleida selaku founder bisnis Fried Funk dan vokalis HIVI.(*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu