Pascasarjana UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat di Tiga Desa

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Implementasi jamban sehat oleh Pascasarjana UNAIR di Desa Sukorejo. (Foto: Istimewa)
Implementasi jamban sehat oleh Pascasarjana UNAIR di Desa Sukorejo. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS –  Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar kegiatan pengabdian masyarakat yang diikuti oleh mahasiswa S2 Program Studi (Prodi) Manajemen Bencana, S2 Prodi Ilmu Forensik, dan S3 Prodi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Kegiatan berlangsung pada 14-15 September 2019 di tiga desa. Yaitu, Desa Sukorejo dan Desa Depok Kabupaten Trenggalek serta Desa Segaran di Kabupaten Probolinggo.

Masing-masing prodi menggelar sosialisasi di satu desa dengan tema yang berbeda. Di Desa Depok, Kab. Trenggalek misalnya, mahasiswa Prodi Manajemen Bencana melakukan sosialisasi kesiapsiagaan dan tanggap bencana longsor. Selama ini Desa Depok memang terkenal sebagai daerah yang rawan longsor di Jawa Timur. Sehingga selain memberikan edukasi kesiapsiagaan menghadapi tanah longsor pada masyarakat, tim pengabdian masyarakat juga pemetaan titik rawan longsor lalu membuat peta jalur evakuasi dan titik kumpul evakuasi.

Masih di kabupaten yang sama, tim pengadian masyarakat dari prodi S3 PSDM pengenalan dan implementasi teknologi jamban sehat dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat Desa Sukorejo. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kab. Trenggalek serta pemerintah desa Sukorejo.

Sementara itu di Desa Segaran, Probolinggo, tim pengabdian masyarakat dari S2 Ilmu Forensik melakukan sosialisasi peran masyarakat dalam pengamanan TKP (Tempat Kejadian Perkara). Seperti diketahui, TKP adalah sumber utama dalam pengungkapan suatu kasus atau perkara. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan dapat membantu penyidik ketika sedang berada di lokasi kejadian suatu tindak pidana ataupun kasus-kasus forensik tertentu. Yakni dengan tidak merusak TKP dan menjaga kondisi TKP seperti apa adanya. Sehingga informasi berharga yang ada di TKP tidak hilang atau rusak. Selain itu, tim pengabdian masyarakat juga melakukan kegiatan penebaran 10.000 benih ikan dan penanaman pohon bersama masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. Dr. Anwar Ma’ruf, drh., M. Kes mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu pilar dalam Tri Dharma perguruan tinggi. Sehingga mahasiswa dan dosen diharapkan tak hanya berfokus pada kegiatan akademik namun juga peduli terhadap kegiatan pengabdian.

“Alhamdulillah antusias masyarakat juga senang dan mereka berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan setiap tahun. Pengmas yang akan datang kami menginginkan mahasiswa pascasarjana tidak hanya penelitian tapi juga terjun ke masyarakat,” terang Prof. Ma’ruf.

“Kami harapkan penelitian yang dilakukan mahasiswa pasca ini bisa langsung diaplikasikan di masyarakat. Kami akan membuat desa-desa binaan di sekitar Jawa Timur semakin banyak,” imbuhnya.

Seusai kegiatan pengabdian masyarakat, Pascasarjana UNAIR akan menggelar Seminar Nasional Manajemen Bencana pada awal Oktober. Acara ini rencananya dihadiri oleh Gubernur Jatim, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah akademisi sebagai pembicara.

“Salah satu yang kami usahakan nantinya, tanggal 8 Oktober nanti kami akan mengadakan seminar nasional tentang manajemen bencana. Kami mengundang seluruh BPD di Jawa Timur. Dengan harapan di Jatim nantinya sudah terpetakan. Agar jika nanti terjadi musibah, kita sudah menyiapkan diri dan meminimalkan resiko yang terjadi,” tutur Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR tersebut. (*)

Penulis: Zanna Afia Deswari

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu