Teknologi Baru Miniscrew Atasi Ketidakharmonisan Wajah dan Gigi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi miniscrew. (Sumber: jb-dental)

Dahulu masalah ketidakharmonisan gigi dan wajah diperlukan tidakan pembedahan. Namun sejak ditemukan minicrew di dalam perkembangan ilmu kedokteran gigi khususnya di bidang ortodonsia, maka tidak saja masalah ketidakharmonisan gigi bahkan wajah sekalipun menjadi dapat mudah diatasi. Dengan demikian teknologi baru minicrew ini dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan tidakan pembedahan.

Dengan anchorage konvensional, biasanya sulit untuk mencapai hasil yang memuaskan dengan anchorage absolut, dan batasan ini dapat diatasi dengan penggunaan sekrup mini. Tingkat keberhasilan penggunaan miniscrew tergantung pada stabilitasnya, yang ditentukan oleh panjangnya, kepadatan tulang, ketebalan tulang kortikal, teknik penyisipan, sudut penyisipan, dan beban yang diterapkan.

Tujuan penelitian yaitu untuk mengamati efek dari panjang miniscrew dan kepadatan tulang pada resistensi penjangkaran.

Bahan dan metode yang digunakan adalah tiga puluh potong miniscrew dengan diameter 1,6 mm dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan panjangnya (n=10): 10 mm (L), 8 mm (M), dan 6 mm (S). Setiap kelompok kemudian dibagi menjadi 2 sub-kelompok: ditanam di tulang rusuk sapi kepadatan optimal (L1, M1, S1) dan ditanam di rusuk sapi kerapatan rendah (L2, M2, S2). Kepadatan tulang rusuk sapi diukur dengan CBCT.

Setelah penyisipan miniscrews berdasarkan kelompok masing-masing, uji tarik dilakukan dengan menggunakan Autograf Univerval Testing Machine untuk mengukur stabilitasnya. Data yang direkam dianalisis dengan menggunakan uji Fisher Least Significant Difference (LSD).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa L1 memberikan stabilitas terbesar dibandingkan kelompok lain. Di sisi lain, stabilitas paling sedikit ditemukan pada S2.

Kesimpulan penelitian ini adalah Panjang miniscrew dan kepadatan tulang mempengaruhi stabilitas miniscrew. Pada tulang dengan kepadatan optimal, miniscrew 10 mm dan 8 mm memberikan ketahanan jangkar yang baik sementara pada tulang dengan kepadatan rendah hanya 10 mm miniscrew memberikan ketahanan jangkar yang baik. (*)

Penulis: I Gusti Aju Wahju Ardani

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami dihttps://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1761722719300798?via%3Dihub

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu