Peran Inovasi Pengaruhi Kinerja Perusahaan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh marketeers.com

Inovasi adalah sebuah proses kreatif yang membutuhkan sebuah penemuan baru dan dikembangkan menjadi sebuah produk atau jasa yang bernilai ekonomis dari suatu barang atau jasa tersebut (Schumpeter, 1934). Strategi inovasi merupakan salah satu kebijakan yang digunakan perusahaan untuk menghadapi persaingan bisnis. Strategi inovasi lebih mengarahkan perusahaan untuk lebih mengutamakan peningkatan inovasi produk dan proses daripada mengalahkan dengan menghancurkan pesaingnya. Hitt, Bierman, Shimizu, and Kochhar (2001), menyatakan untuk mencapai daya saing strategis dan menghasilkan laba di atas rata-rata, suatu perusahaan menganalisis lingkungan eksternalnya, mengidentifikasi peluang-peluang yang terdapat didalamnya, menentukan sumberdaya yang berkompeten, dan memilih suatu strategi yang tepat untuk mengimplementasikannya sehingga menghasilkan suatu keluaran (output) yang baik.

Perusahaan yang mampu mendayagunakan seluruh sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan akan lebih mudah dalam menemukan inovasi yang ada, baik inovasi produk, proses, maupun inovasi administratif (Rajapathirana & Hui, 2018). Adanya kemampuan perusahaan untuk menerapkan pembelajaran organisasi akan memberikan dorongan bagi perusahaan untuk menciptakan upaya-upaya dalam memanfaatkan segala sumberdaya yang ada berdasarkan pembelajaran yang dilakukan (Jiménez-Jiménez & Sanz-Valle, 2011). Upaya tersebut akan berdampak terhadap semakin mudahnya bagi perusahaan untuk dapat menciptakan sebuah strategi inovasi yang tepat. Langkah untuk menemukan strategi inovasi yang tepat tersebut akan memberikan dampak terhadap semakin baiknya penggunaan sumberdaya yang dimiliki guna menghasilkan output yang optimal. Kemampuan dalam menyerap pembelajaran atas segala pengetahuan yang dimiliki oleh perusahaan akan berguna bagi peningkatan kinerja perusahaan (Taherparvar, Esmaeilpour, & Dostar, 2014).  Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah inovasi memediasi pengaruh pembelajaran organisasiterhadap kinerja perusahaan

 

Riset ini menggunakan Teori berbasis sumber daya (Resource Based Theory) dan Knowledge-based theory. Teori berbasis sumber daya adalah teori yang menggunakan pendekatan berbasis sumber daya dalam analisis keunggulannya dalam persaingan bisnis. Kemudian teori ini berkembang dalam manajemen strategik dan keunggulan kompetitif perusahaan yang menganalisis dan menginterpretasikan sumber daya organisasi untuk memahami bagaimana organisasi mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Manusia diyakini sebagai agen utama dalam bisnis, sedangkan aset berwujud lainnya seperti produk fisik dan aset adalah hasil dari rencana dan tindakan manusia. Sveiby (2001) mengungkapkan bahwa knowledge-based strategy dimulai dari kompetensi manusia yang merupakan sumberdaya tidak berwujud yang utama. Manusia mengubah pengetahuan ke dalam rutinitas, deskripsi kerja, rencana, strategi dan budaya. Knowledge-based theory merupakan perkembangan lebih jauh dari resource-based theory (Curado dan Bontis, 2006). Pengetahuan yang dimiliki oleh individu dianggap sebagai sumberdaya strategis yang tidak dapat tersusutkan (nondepreciable) dibandingkan dengan faktor produktif ekonomi lainnya. Sifat dasar dari pengetahuan yang tidak berwujud dan dinamis dikembangkan secara istimewa dengan ketergantungan dan ambiguitas kausal yang merupakan dasar dari penciptaan knowledge-based view bagi perusahaan.

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer. Data primer tersebut berupa kuesioner yang dibagikan kepada manajer unit bisnis di 224 perusahaan yang terdapat di kawasan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut. Kuesioner ini berisi pertanyaan yang berhubungan dengan pembelajaran organisasi, inovasi dan kinerja perusahaan. Untuk menentukan sampel, peneliti menggunakan teknik purposive sampling, dengan karakteristik responden yang dijadikan sampel adalah manajer unit bisnis dengan pengalaman kerja lebih dari 2 tahun dengan asumsi manajer dengan masa kerja kurang dari dua tahun kurang memahami operasional perusahaan secara baik. Berdasarkan hasil perhitungan, jumlah sampel minimal dalam penelitian ini sebesar 89 responden. Selanjutnya kuesioner disebarkan kepada 360 responden, akan tetapi dengan pertimbangan kelayakan dan konsistensi jawaban, maka penelitian ini menggunakan 205 kuesioner sebagai sampel.

Berdasarkan data yang didapat dari pembagian kuesioner terhadap perusahaan yang terdapat di kawasan Surabaya Industrial Estate Rungkut, peneliti melakukan pengujian terhadap empat hipotesis yang ada dalam penelitian ini. Hasil dari pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa semua hipotesis diterima yaitu pembelajaran organisasi berpengaruh positif terhadap inovasi dan kinerja perusahaan, inovasi berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, inovasi dapat memediasi pengaruh pembelajaran organisasi terhadap kinerja perusahaan. Penelitian ini dapat membuktikan secara empiris bahwa peran inovasi sangatlah penting dalam upaya penerapan budaya pembelajaran organisasi sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan.

Penulis: Deifa Arshanti Pratiwi dan Zaenal Fanani

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jrak/article/download/8713/6794

Deifa Arshanti Pratiwi dan Zaenal Fanani (2019). Peran Mediasi dari Inovasi: Pembelajaran Organisasi dan Kinerja Perusahaan. Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan, vol 9 no 2, p. 177-191.https://doi.org/10.22219/jrak.v9i2.54

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu