Mahasiswa Ekonomi Islam UNAIR Raih Juara 2 Halal Business Plan di Thailand

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ZHAZHA Quamilla (kiri) dan Hafiz Minhajuel (kanan) dalam Lomba Halal Business Plan di Prince of Songkla University Thailand. (Foto: istimewa)
ZHAZHA Quamilla (kiri) dan Hafiz Minhajuel (kanan) dalam Lomba Halal Business Plan di Prince of Songkla University Thailand. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Berada jauh di negeri orang bukanlah penghalang bagi dua mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) mengharumkan almamater. Ialah Zhazha Quamilla dan Hafiz Minhajuel dari prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR 2016. Mahasiswa UNAIR yang tengah menjalani program pertukaran pelajar selama satu semester di Thailand. Keduanya berhasil meraih juara II dalam lomba Halal Business Plan di Prince of Songkla University Thailand pada Kamis (29/8/2019).

Dalam kompetisi tersebut, mereka mengusung gagasan berupa platform start-up berbasis website yang dapat memudahkan konsumen mendapatkan makanan halal. Gagasan itu berawal dari susahnya menemukan makanan halal di Hatyai dan Bangkok.

“Jadi, konsumen muslim di Hatyai dan Bangkok itu kesusahan untuk mencari makanan halal. Kalau pun ada itu pasti rada jauh,” ungkap Zhazha.

Konsepnya sendiri, lanjut dia, sama seperti aplikasi layanan ojek online di Indonesia, tetapi fokusnya pada makanan halal. Zhazha juga menyebut jika ide tersebut terinspirasi dari layanan ojek online.

“Konsepnya sama seperti Gojek atau Grab pada umumnya. Cuma kita lebih fokus ke makanan halalnya saja,” ujarnya.

Ide bisnis itu kemudian mereka beri nama “Uncle Mamun Delivery”. Zhazha menjelaskan pemilihan nama tersebut terinspirasi dari temannya yang suka menolong orang. “Nama bisnisnya Uncle Mamun Delivery. Itu berasal dari nama kawan kami di sini. Namanya Mamun dari Bangladesh. Orangnya itu suka menolong orang lain, nganter-nganterin gitu,” jelasnya.

Sempat terkendala bahasa, namun keduanya mampu membuktikan dengan meraih posisi kedua dari 20 tim peserta lainnya. “Pertamanya agak susah, ya, karena pendaftarannya harus diterjemahin satu-satu soalnya pakai huruf Thailand gitu. Dan, rata-rata pesertanya pakai bahasa Thai waktu presentasi,” ungkap mahasiswi asal Kertosono itu.

Ditanya mengenai realisasi rancangan bisnisnya, Zhazha menyebut, dibutuhkan investor jika ingin mewujudkannya. “Kalau mau merealisasikannya, ya harus ke investor. Karena memang butuh dana yang lumayan banyak,” tuturnya.

Zhazha berharap melalui kompetisi itu, idenya dapat bermanfaat bagi orang banyak. “Kami suka diskusi masalah usaha, bisnis, dan peluang-peluang. Jadi, kami ingin menuangkan ide-ide bisnis itu. Kami ingin memberi sumbangsih ide yang nantinya semoga dapat bermanfaat bagi orang banyak,” pungkasnya.

Diketahui, Halal Business Plan sendiri adalah ajang yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan siswa SMA untuk berkreasi menciptakan produk baik barang maupun jasa. Tujuannya untuk meningkatkan potensi halal yang ada di Thailand. (*)

Penulis: Lailatul Fitriani

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu