Pentingnya Kolaborasi dan Transfer Keilmuwan Pendidikan di Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Dr. Djoko Santoso, Ph.D., K-GH., FINASIM saat memberikan sambutannya didepan semua sivitas akademika UNAIR. (Foto : Agus Irwanto)

UNAIR NEWS – Guna meningkatkan pengetahuan dan informasi keilmuan di dunia, Direktorat Pendidikan Universitas Airlangga (unair) menggelar kuliah umum bersama Ilmuwan Diaspora Simposium Cendikia Kelas Dunia 2019. Kegiatan itu digelar pada Selasa (20/08) di Gedung Amerta, Lantai 4, Kampus C.

Adanya kegiatan sharing tersebut bertujuan untuk terjadinya proses transfer ilmu pada seluruh sivitas akademika UNAIR. Kolaborasi itu diharapkan mampu menghasilkan penelitian yang inovatif dan berdaya saing dunia.

Prof. Dr. Djoko Santoso, Ph.D., K-GH., FINASIM selaku Wakil Rektor I UNAIR mengatakan bahwa hadirnya ilmuwan Diaspora dalam kesempatan itu menjadi kesempatan emas bagi sivitas akademika dalam menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Sehingga bisa dapat menginspirasi mahasiswa dalam mencapai prestasi akademik.

Hubungan komunikasi antar mahasiswa juga harus saling terhubung satu sama lain. Hal itu mempermudah lulusan UNAIR dalam memperkuat jaringan para alumni. Lanjut Prof Djoko, mahasiswa UNAIR diharapkan pandai dan bisa mengintegrasi ilmunya dengan disiplin ilmu yang lain. Karya-karya semua sivitas akademika diharapkan bisa dapat diakui oleh dunia dan juga bisa diimplementasikan di lingkungan masyarakat luas.

“Selama ini kita seringkali merasa terpukau dengan para ahli yang ada di luar negeri. Dan kita lupa bahwa banyak ilmuwan Indonesia yang ada di luar juga patut kita banggakan. Ini merupakan bukti bahwa orang Indonesia bukan hanya menjadi follower akan tetapi menjadi leader dalam dunia akademik,” ungkapnya.

Sementara itu Dr. Ni’matuzzahroh selaku Sekretaris Direktorat Pendidikan mengungkapkan, dengan adanya kegiatan itu diharapkan terjadinya transfer ilmu kepada sivitas akademika. Selain itu kedua narasumber dari Diaspora dapat berkolaborasi dan berdiskusi dengan tim pengembang kurikulum program studi (prodi) yang akan didirikan di UNAIR. Sebab kedepan rencananya UNAIR akan menambah tiga prodi baru yaitu Robotika, Nanoteknologi, dan Data Science.

“Harapannya akan memperkuat prodi baru yang akan dilaksanakan,” tambahnya.

Penulis : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu