Orientasi Maba FIB Tanamkan Jiwa Humanisme dan Keberagaman

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
MAHASISWA baru FIB UNAIR sedang melakukan diskusi essay di Ruang 307. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Bersatu dalam Wahana Budaya (Bradanaya) merupakan kegiatan menyambut mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga yang dilakukan setiap tahun. Setiap tahun memiliki tema tersendiri dan mengangkat isu terkini dalam kehidupan masyarakat.

Bradanaya 2019 kali ini mengangkat tema “Manusia Baru” dengan tagline “Kenali Diri, Menggali Arti”. Tema tersebut diangkat untuk menanamkan sikap toleransi antar manusia yang saat ini sudah sedikit luntur. Bradanaya 2019 yang dilaksanakan pada 7-9 Agustus 2019 mampu memberikan dampak positif terhadap mahasiswa baru.

Izzudin selaku ketua pelaksana Bradanaya 2019 mengungkapkan, Bradanaya lebih mengenalkan kepada mahasiswa baru untuk memahami diri sendiri dan orang lain tanpa memandang suku, agama, maupun ras. Mahasiswa baru akan dikenalkan bagaimana lingkungan FIB yang sangat menjunjung toleransi dengan pemahaman budaya.

“Bradanaya 2019 kali ini juga akan mengenalkan bagaimana kegiatan pengenalan lingkungan FIB kepada maba,” ungkapnya.

Pembagian kelompok untuk mahasiswa baru juga kental dengan budaya Indonesia. Nama-nama suku yang ada di Indonesia diambil untuk nama kelompok dengan tujuan mengenalkan budaya asli Indonesia yang jarang diketahui orang.

Pada awal pembukaan Bradanaya 2019, mahasiswa baru disambut dengan penampilan karawitan yang dipersembahkan oleh Pakar Sajen. Penampilan ini juga memberikan kesan pengenalan budaya asli Indonesia yang masih dilestarikan oleh mahasiswa FIB.

Proses pengenalan pada hari pertama dengan pemberian materi “Manusia Baru” mampu diterima oleh mahasiswa baru. Tujuan setelah diberikan materi ini adalah mahasiswa baru mampu untuk menunjukkan argumentasi sendiri di ruang akademik.


Diskusi Essay Humanisme dan Keberagaman

Bradanaya 2019 selain mengenalkan cara berbudaya dalam lingkup FIB juga mewadahi mahasiswa baru dengan berdiskusi. Tema diskusi juga tidak jauh dengan tema besar dari Brdanaya 2019, yaitu Manusia Baru. Penekanan dalam diskusi juga terdapat dua hal, yaitu humanisme dan keberagaman.

Humanisme dan keberagaman diangkat dalam diskusi untuk mengetahui bagaimana mahasiswa baru memahami arti memanusiakan manusia. Sebagai studi kasus, panitia Bradanaya memberikan referensi film Captain Fantastic.

Dalam diskusi yang berlangsung pada 8 Agustus 2019 di beberapa kelas menunjukkan antusias dan keaktifan mahasiswa baru. Sikap yang ditunjukkan menandakan mahasiswa baru mampu mengenal iklim belajar di FIB secara cepat.

SUASANA diskusi essay yang dilakukan oleh para mahasiswa baru FIB UNAIR sebelum dipresentasikan. (Foto: Istimewa)

Cristin dan Nikma, mahasiswa baru FIB mengungkapkan kesan cukup baik dalam Bradanaya 2019. Mereka banyak mengambil nilai dari proses yang ada di Bradanaya 2019.

“Dalam Bradanaya ini kita dapat belajar bagaimana suasana belajar yang ada si FIB secara keseluruhan,” ungkapnya.

Sependapat dengan Izzudin, Moch. Sholeh Pratama selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB UNAIR mengungkapkan mahasiswa baru FIB sangat aktif. Bahkan dalam diskusi banyak yang sudah cakap dalam menghidupkan sebuah forum.

“Para mahasiswa baru dalam diskusi tadi menunjukkan keaktifan yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Dengan aktifnya mahasiswa baru FIB di Bradanaya 2019 mampu diterapkan dalam masa perkuliahan. Selain itu, juga dapat memahami arti sebagai manusia di kehidupan sehari-hari. (*)

Penulis: Aditya Novrian

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu