Bicara Perlindungan Hutan, Alumnus UNAIR Hadiri Pertemuan di Korea

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Hario L. Ardhi saat menyampaikan pengalamannya bersama startup lindungihutan di Asia Pasific Forestry Week 2019. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Keberlangsungan hutan dan keseimbangan alam menjadi hal penting yang membutuhkan perhatian khusus belakangan ini. Maraknya kerusakan lingkungan di seluruh belahan dunia sudah menjadi salah satu peristiwa memprihatinkan selama beberapa tahun terakhir.

Berbekal kepedulian akan lingkungan, Hario Laskito Ardi, S.Kom, M.Kom, alumnus Sistem Informasi Universitas Airlangga (UNAIR) memutuskan mendirikan sebuah startup bertajuk ‘lindungihutan’.

‘lindungihutan’ menjadi sebuah platform croundsoursing penggalangan dana dan gerakan pelestarian hutan dengan menggunakan teknologi dan kerelawanan. Platform lindungihutan sendiri sudah berdiri sejak Desember tahun 2016.

Hario menuturkan bahwa lindungihutan memiliki beberapa aktivitas yang berhubungan dengan lingkungan. Beberapa contohnya adalah penanaman pohon, monitoring, dan penyulaman pohon di hutan.

Berkat inovasi yang dilakukan di startup lindungihutan, Hario pun sempat diundang untuk menghadiri Asia-Pasific Forestry Week 2019 di Korea Selatan pada 19-21 Juni 2019. Asia-Pasific Forestry Week 2019 merupakan gathering yang diadakan oleh Asia-Pacific Forestry Commission (APFC), sebuah organisasi yang bertugas menganalisa dan mendiskusikan permasalahan-permasalahan terkait kehutanan dan lingkungan.

Acara Asia-Pasific Forestry Week yang diadakan di Korea Selatan, tepatnya di Songdo Convensia, Incheon, dihadiri oleh aktivis lingkungan, akademisi, dan peneliti lingkungan dari berbagai negara. Pada kesempatan tersebut, ia berbicara banyak terkait topik “Peace Building Based on Forestry”.

“Saya menghadiri acara tersebut atas undangan Kementrian Kehutanan Korea. Untuk topik yang disampaikan terkait “Peace Building Based on Forestry” memang sudah ditunjuk oleh kementrian Korea Service,” tutur Alumni Fakultas Sains dan Teknologi tahun 2009 ini.

“Terkait dengan topik tersebut, saya menceritakan pengalaman saya bersama startup lindungihutan,” lanjutnya.

Hario menuturkan bahwa ia merasa sangat senang bisa menghadiri acara tersebut. Selain berkesempatan untuk menyampaikan pengalamannya menyuarakan kepedulian akan lingkungan, ia juga bisa mendapat berbagai pengalaman menarik. Salah satunya adalah bertemu dengan perwakilan dari negara-negara Asia Pasifik yang lain dan saling bertukar informasi.

“Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saya bisa mendapat banyak informasi baru terkait teknologi dan ilmu pengetahuan di bidang kehutanan yang sedang dikembangkan di negara lain,” tutupnya. (*)

Penulis : Sukma Cindra Pratiwi

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu