Ke Bangladesh, Puspas Dampingi Mahasiswa Hingga Bahas Pendirian Yunus Center

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SEKRETARIS Puspas, Dr. Wisudanto SE., MM, CFP, ASPM (kanan, kedua dari bawah) mendampingi enam mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) dalam kegiatan International Social Business Summer Program (ISBSP) di Daffodil International University, Dhaka, Bangladesh. (Foto: Dok. Pribadi)
SEKRETARIS Puspas, Dr. Wisudanto SE., MM, CFP, ASPM (kanan, kedua dari bawah) mendampingi enam mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) dalam kegiatan International Social Business Summer Program (ISBSP) di Daffodil International University, Dhaka, Bangladesh. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Pusat Pengelolaan Dana dan Sosial (Puspas) Universitas Airlangga (UNAIR) memiliki dua agenda utama dalam kunjungannya ke Bangladesh. Kunjungan itu berlangsung mulai tanggal 12 hingga 22 Juli 2019.

Agenda pertama ialah mendampingi mahasiswa yang mengikuti acara International Social Business Summer Program (ISBSP) di Daffodil International University. Serta yang kedua, menjajaki kerja sama dengan Prof. Yunus dalam pengembangan platform sosial bisnis di Indonesia.

Sekretaris Puspas Dr. Wisudanto SE., MM, CFP, ASPM menyatakan, selama sepuluh hari di Bangladesh, Puspas telah menemui beberapa instansi. Di antaranya, Yunus Centre, Social Business Industrial Park, Grameen Bank Branch Office, Grameen Danone Food Ltd, Grameen Textile Factory, dan Grameen Caledonian College of Nursing.

”Serta tidak lupa, kami juga mengunjungi Bangabandhu Museum dan Jatiya Sangshad Bhaban (Parlemen Nasional, Red) bersama dengan mahasiswa,” ujar Dr. Wisudanto.

Dalam kunjungan ke beberapa instansi tersebut, Dr. Wisudanto membeberkan hasilnya. Di antaranya, berupa pengenalan, sejarah, serta penerapan sosial bisnis di Bangladesh. Selanjutnya, dilakukan dengan diskusi yang membahas platform serupa di Indonesia, yang diharapkan sesuai dengan budaya dan kondisi dari kedua negara.

Manfaat yang bisa diterima UNAIR, menurut Dr. Wisudanto, adalah mampu belajar langsung ke Prof. Yunus, penerima nobel bidang sosial bisnis pertama di dunia yang telah merealisasikannya di negaranya sendiri, yakni Bangladesh.

”Dan, manfaat yang kedua, adalah kita (UNAIR, Red) dapat membina hubungan baik dengan pihak luar di bidang serupa. Seperti di Iran dan juga Bangladesh itu sendiri,” terang Wisudanto.

Bahkan, Wisudanto percaya, lewat program tersebut, nantinya dapat mendorong UNAIR merangsek ke jajaran World Class University. Karena dari kunjungannya, terdapat wacana pendirian Yunus Center di UNAIR, yang tentunya menjadi nilai tambah tersendiri bagi kampus di tingkat internasional.

Terakhir, Dr. Wisudanto berharap, kedepan, Universitas Airlangga dapat menjadi partner pengembangan social business yang sesuai dengan kondisi sosial ekonomi Indonesia, sehingga terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat yang progresif.

”Itu harapan terbesar saya,” tutupnya.*

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu