Dosen Keperawatan UNAIR Berikan Perbaikan Kesehatan Penderita Tuberculosis Paru di Bulak Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Para penderita Tuberculosis (TB) paru, kader, dan keluarga pasien nampak antusias mendengarkan edukasi dari dosen keperawatan UNAIR soal perbaikan kesehatan Penderita Tuberculosis Paru di Bulak Surabaya. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Selain memberikan pengajaran kepada mahasiswa, para Universitas Airlangga melakukan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yakni, pengabdian masyarakat (pengmas). Kali ini, dosen dan sejumlah mahasiswa keperawatan medikal bedah Fakultas Keperawatan Univeersitas Airlangga mengadakan pengmas pada Kamis (18/7/2019).

Pengmas tersebut berlokasi di Puskesmas Kenjeran, Surabaya, dengan sasaran penderita Tuberculosis (TB) paru, kader, dan keluarga pasien. Dalam pengmas itu, dilakukan edukasi dan juga praktik latihan pernafasan untuk para penderita TB paru. Tujuannya, mengupayakan perbaikan perubahan fisik pada penderita Tuberculosis paru.

Wilayah Bulak Surabaya, dimana terdapat Puskesmas Kenjeran, termasuk dalam puskesmas dengan jumlah kunjungan pasien TB tertinggi di Surabaya. Kondisi sekitar wilayah Puskesmas yang padat penduduk dan hygiene yang kurang terjaga menjadikan TB mudah menyebar dan menular ke penghuni rumah lainnya.

Dari sejumlah literatur disebutkan, TB paru muncul disebabkan oleh infeksi kuman Mycrobacterium tuberculosis sehingga menyebabkan peradangan parenkim paru. Menurunnya fungsi paru akan menimbulkan beberapa gejala yang dirasakan oleh penderita, seperti batuk lebih dari tiga minggu, batuk berdahak, batuk darah, nyeri dada, sesak nafas, demam, keringat malam, malaise, nafsu makan menurun, dan berat badan juga menurun.

Sementara itu, gangguan pada sistem pernapasan dapat menyebabkan terjadinya perubahan bentuk fisik pada penderita Tb. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir permasalahan tersebut adalah dengan melaksanakan Breathing exercise atau latihan pernafasan. Latihan pernafasan menjadi aktifitas yang bermanfaat untuk memperbaiki fungsi otot-otot pernafasan, meningkatkan ventilasi, dan oksigenisasi.

Ketua acara yang juga dosen Keperawatan UNAIR Ika Nur Pratiwi, S.Kep.Ns., M.Kep. mengatakan, latihan fisik pernapasan selain berguna bagi pasien TB Paru, juga bermanfaat bagi orang yang sehat. Dalam pengmas itu, Ika mengajarkan kepada peserta beberapa teknik pernafasan yang dapat dilakukan oleh semua orang.

“Latihan fisik breathing exercise, selain mempercepat penyembuhan pasien TB, juga dapat melatih kekuatan otot diafragma hingga menghilangkan stress,” terang Ika.

Para penderita Tuberculosis (TB) paru, kader, dan keluarga pasien nampak antusias memerhatikan edukasi dari dosen keperawatan UNAIR soal perbaikan kesehatan Penderita Tuberculosis Paru di Bulak Surabaya. (Dok. Pribadi)

Latihan pernafasan pada penderita Tuberculosis paru ini diberikan karena memiliki sejumlah manfaat. Di antaranya, meningkatkan ventilasi, meningkatkan efektifitas mekanisme batuk, mencegah atelectasis, meningkatkan kekuatan, daya tahan dan koordinasi otot-otot respirasi, mempertahankan atau meningkatkan mobilitas chest dan thoracal spine.

Selain itu, latihan pernafasan pada penderita Tuberculosis paru juga bermanfaat untuk mengkoreksi pola-pola nafas yang tidak efisien dan abnormal, meningkatkan relaksasi, serta engajarkan pasien bagaimana melakukan tindakan bila terjadi gangguan nafas apel dan jeruk.

Pengmas di Puskesmas Kenjeran ini dilakukan atas kolaborasi dosen dan mahasiswa Fakultas Keperawatan UNAIR. Para dosen yang terlibat di antaranya Ika Nur Pratiwi, S.Kep., Ns, M.Kep, Lailatun Ni’mah, S.Kep., Ns., M.Kep, Lingga Curnia Dewi, S.Kep., Ns., M.Kep, serta dibantu oleh enam mahasiswa Fakultas Keperawatan UNAIR.

Foto bersama para dosen, mahasiswa, pasien Tuberculosis (TB) paru, kader, dan keluarga di Puskesmas Kenjeran, Surabaya. (Dok. Pribadi)

Peserta nampak antusias dalam mengikuti rangkaian edukasi dan latihan pernafasan. Sebagian dari mereka mempraktekkan latihan fisik yang diberikan. Pelatihan juga berjalan seru lantaran materi diselingi pembagian doorprize dan guyonan yang membuat materi tidak membosankan. Setelah selesai, pengmas diakhiri dengan pembagian modul, konsumsi, sembako, dan foto bersama. (*)

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu