IKGM FKG UNAIR Luncurkan Program Integrasi Atasi Masalah Kesehatan Gigi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Produk yang dihasilkan oleh mahasiswa profesi FKG dalam menanamkan perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut warga Kota Surabaya. (Dok. FKG UNAIR)

UNAIR NEWS – Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat (IKGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR meluncurkan program bernama “Dynamic and Integrated of Dental Public Health Movement” pada Senin, 17 Juni 2019.

Acara yang beralngsung di Botanika Restaurant Surabaya tersebut dihadiri oleh Ketua Departemen IKGM, Dr. Taufan Bramantoro, drg., M.kes beserta segenap staf IKGM, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan perwakilan Puskesmas wilayah Kota Surabaya.

Dalam presentasinya, Taufan mengatakan bahwa program tersebut sebetulnya bukan merupakan program baru. Melainkan pengembangan inovasi dari program IKGM yang telah berjalan sebelumnya.

Taufan menyebutkan bahwa hasil riset menunjukkan, sekitar 88,8 % masyarakat Indonesia memiliki karies gigi. Bahkan 9 dari 10 anak memiliki karies gigi. Padahal terjadi peningkatan yang cukup signifikan terhadap jumlah dokter gigi di Indonesia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa banyaknya jumlah dokter gigi di tanah air belum juga mampu menuntaskan masalah gigi, khususnya karies yang banyak dialami masyarakat Indonesia.

“Solusi yang dilakukan selama ini masih bersifat parsial, belum komprehensif. Sehingga diperlukan gerakan dan inovasi dalam dunia kedokteran dalam menangani permasalahan tersebut,” terangnya.

Dengan menggabungkan konsep learning-research-empowerment, IKGM mengimplementasikan program-program yang tak hanya mengedukasi namun juga memberdayakan perilaku hidup sehat masyarakat kota surabaya.

Dr. Taufan Bramantoro, drg., M.kes mempresentasikan inovasi baru dari Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat FKG UNAIR. (Dok. FKG UNAIR)

“Beberapa output atau produk yang telah dihasilkan dan berjalan antara lain modul untuk guru dan kader masyarakat, aplikasi android dan website (www.gigi or.id, Red) serta buku cerita yang memuat nilai edukasi tentang menjaga kesehatan gigi, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa,” sebut Ketua Departemen IKGM itu.

Seluruh program pemberdayaan masyarakat merupakan hasil inovasi dan kreatifitas mahasiswa pendidikan profesi FKG sebagai tugas dari kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) selama enam minggu. Mahasiswa akan turun langsung ke masyarakat di beberapa wilayah di Surabaya untuk melakukan penelitian tentang permasalahan kesehatan masyarakat di masing-masing lokasi. Penelitian bahkan juga sempat melibatkan dua mahasiswa asing dari Radboud University Belanda.

Setelah menemukan data terkait masalah kesehatan di wilayah setempat, mahasiswa diminta untuk menyusun sebuah produk untuk mempromosikan kesehatan mulut dan gigi di masyarakat. Beberapa produk tersebut diantaranya: SI CEKAT (Siap Cegah Karies Tinggi), PERSEGI (Pembelajaran Kesehatan Gigi), Program Cemal Cemil untuk Ibu Hamil, dan masih banyak lagi.

Program IKGM mendapat respon positif dan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dan sejumlah Puskesmas wilayah Kota Surabaya. IKGM pun bekerjasama dengan Dinkes dan Puskesmas wilayah setempat untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap hasil penerpan produk atau program yang telah dijalankan tiap tahunnya. Selain itu, program ini juga sebagai langkah Departemen IKGM yang berencana membuka kelas internasional pada tahun ajaran baru mendatang. (*)

Penulis : Zanna Afia Deswari

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu