Kunci Sukses Olimpiade dari Para Peraih Medali ON MIPA 2019

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Rezy Ramawan Melbiarta (kiri), Kautsar Ul Haq S.Si., M.Si., (tengah) dan Muhammad Ilham Royyan Nafi (kanan) (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahun Alam Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) digelar oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemeterian Riset dan Teknologi (Kemristekdikti) di setiap tahunnya. Kegiatan tersebut digelar pada 26-29/04/2019 di Universitas Muslim Indonesia Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik dan wawasan mahasiswa di  bidang MIPA.

Pada tahun ini, Tiga Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih dua medali dan satu honorable metion pada kegiatan tersebut. Ihsan Fakmi Rofananda (Ihsan) dari Fakultas Kedokteran (FK) 2017, berhasil meraih medali perak bidang Biologi. Muhammad Ilham Royyan Nafi (Ihlam) dari Fakultas Farmasi (FF) 2917, berhasil meraih medali perunggu bedang Kimia. Dan Rezy Ramawan Melbiarta (Rezy) dari FK 2018, berhasil meraih honorable mention bidang Kimia.

Menurut Ihsan dan Ilham, tidak ada kunci khusus untuk memenangkan olimpiade selain belajar, berdoa dan meminta doa restu orang tua. Selain itu, mengikuti pembinaan juga perlu untuk dilakukan.

Kesuksesan keduanya tidak lepas dari peran para pembina masing-masing bidang. Yaitu, Sugiharto, S.Si., M.Si, pembina olimpiade bidang Biologi dan Kautsar Ul Haq S.Si., M.Si., pembina olimpiade Kimia.

“Untuk cara belajarnya, saya juga membuka catatan-catatan ketika Olimpiade Sains Nasional (OSN) dulu,” ucap Ihsan.

Ihsan Fakmi Rofananda (kiri) bersama dengan Dr. Hj. Alfiah Hayati, Dra, M.Kes. dosen FST UNAIR sekaligus Juri ON MIPA-PT tingkat Nasional 2019. (Foto Istimewa)

Melengkapi Ihsan, cara belajar yang dilakukan oleh Ilham adalah dengan rajin-rajin latihan mengerjakan soal. Ketika tidak bisa mengerjakan suatu soal, kemudian mencari kunci jawaban untuk dipelajari.

Sementara itu, membagi waktu antara kuliah dengan belajar adalah tantangan tersendiri. Untuk itu, pada hari efektif keduanya harus pintar-pintar membagi waktu antara kuliah, organisasi dan pembinaan. Sementara pada hari sabtu dan minggu digunakan untuk belajar ON MIPA.

“Membagi waktu untuk mengikuti ON MIPA tingkat Nasional yang acaranya bertepatan dengan ujian juga merupakan tantangan untuk saya,” ujar Ihsan.

Banyak hal yang memotivasi keduanya untuk menguti ON MIPA-PT. Selain untuk mendapatkan predikat juara dan semakin berprestasi, serta membahagiakan orang tua. Ilham juga berpesan agar mahasiswa UNAIR lainnya juga ikut bersemangat untuk terus berusaha meraih prestasi.

“Belajar adalah ibadah, dan prestasi adalah dakwah. Untuk itu teruslah bersemangat mengukir prestasi, teman-teman,” pungkas Ilham. (*)

 

Penulis : Galuh Mega Kurnia

Editor : Khefti Al Mawalia

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu