Beasiswa Bidikmisi Antarkan Robby Raih Cita-cita Kuliah Kedokteran

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Robby Azhari, mahasiswa Pendidikan Dokter (PD) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), peraih bantuan biaya pendidikan Bidikmisi tahun 2016. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Menjadi seorang dokter merupakan impian banyak kalangan. Namun, biaya yang tinggi menjadi salah satu hal yang dapat mengubur cita cita seseorang menjadi dokter. Hal tersebut tidak dirasakan oleh Robby Azhari, mahasiswa Pendidikan Dokter (PD) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), peraih bantuan biaya pendidikan Bidikmisi tahun 2016.

Mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) itu mengungkapkan, kuliah di kedokteran tidak semua membutuhkan biaya yang mahal. Karena terdapat banyak beasiswa yang dapat meringankan biaya perkuliahan. Selama kuliah ia juga tidak pernah merasakan perbedaan pemberian fasilitas perkuliahan antara mahasiswa Bidikmisi dan mahasiswa yang lain.

Alhamdulillah saya mendapat beasiswa Bidikmisi dan selama saya menempuh bangku perkuliahan hingga saat ini, saya merasa nyaman dengan suasana perkuliahan yang ada dan saya tidak pernah merasakan perbedaan antara mahasiswa Bidikmisi dengan mahasiswa yang lain,” ungkap Robby.

Terbukti, Robby sering difasilitasi kampus untuk mengikuti berbagai event. Event-event itu lah yang mengantarkannya meraih segudang prestasi, baik tingkat nasional maupun internasional.

Tercatat, mahasiswa asal Pamekasan, Madura, itu, pernah meraih juara I Olimpiade Anatomi AORTA FK Universitas Hasanuddin (UNHAS) tahun 2018. Tak hanya itu, tema soal hukum aborsi yang ia pilih membawanya diundang dalam presentasi event Indonesian Representative on Oral Presentation “World Bioetich Day” di Cyprus.

Robby (kanan) saat mendapat Juara I pada olimpiade anatomi AORTAFK UNHAS (2018). (Dok. Pribadi)

Selain itu, di sela kesibukan perkuliahan, Robby juga aktif menulis karya tulis ilmiah. Hingga saat ini tercatat ia sudah menulis sebanyak 16 tulisan. Tulisan terbaru mengangkat tema Novel Endoscopic Device sebagai Solusi Cerdas Tata Laksana Pengobatan Endometriosis Secara Efektif dan Efisien (2016).

Mahasiswa yang juga menjadi asisten dosen (asdos) Anatomi itu bercerita bagaimana cara ia mengelola keuangan selama berkuliah. Banyaknya kegiatan yang dilakukan dan sering mengikuti perlombaan menjadi salah satu pemasukan disaat jauh dari orang tua.

“Karena saat itu (uang) Bidikmisi turun setiap tiga bulan sekali. Jadi pada saat saya menerima, langsung saya sisihkan sebagian di awal dan kemudian sisanya dapat digunakan untuk membantu pengeluaran saat kuliah. Seperti fotokopi dan pembelian alat tulis,” ujar Robby.

Sering mendapat juara pada perlombaan dan menjadi asdos, membuat Robby mendapatkan pemasukan tambahan yang juga disimpan untuk digunakan saat ada kebutuhan mendadak.

Alhamdulillah, karena saya menjadi asdos dan mendapat juara pada perlombaan, uang yang didapatkan dapat saya tabung untuk keperluan yang sifatnya mendadak,” tuturnya. (*)

Penulis : Faisal Dika Utama

Editor   : Binti Q Masruroh

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu