IMPhO III-2019 FK UNAIR Raih Sukses, UI Pertahankan Gelar

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
IMPhO sukses
INILAH seluruh peserta IMPhO III-2019 terdiri dari 49 tim dari 34 universitas di Indonesia berfoto bersama dengan Wakil Dekan II FK UNAIR dan dosen pembimbing lainnya, usai pembukaan, di Aula FK UNAIR, Sabtu (13/4). (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Sukses penyelenggaraan olimpiade nasional bidang fisiologi, yakni Indonesian Medical Physiology Olympiad  (IMPhO) berhasil diukir oleh Departemen Ilmu Faal, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, 13-14 April 2019. Dalam IMPhO III ini, tim mahasiswa FK Universitas Indonesia (UI) berhasil mempertahankan gelar juara.

Bahkan dua tim UI yang dikirim juga menguasai kompetisi ini. Satu tim lainnya menjadi juara II, sedang juara III disabet rumah FK UNAIR. Komposisi juara tahun ini sama persis dengan hasil IMPhO I/2017. Sedang IMPhO II juara I oleh UI dan juara II UNAIR. Berarti mahasiswa UI membuat heatrick.

Termasuk kategori sukses disini adalah meningkatnya jumlah peserta. Pada IMPhO II/2018 diikuti oleh 35 tim dari 22 universitas (FK) di Indonesia, dalam IMPhO III/2019 ini diikuti 49 tim dari 34 universitas berbeda di Indonesia. Satu tim terdiri 3 orang mahasiswa.

Dengan suksesnya tiga kali penyelenggaraan IMPhO di FK UNAIR ini, Wakil Dekan II FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) berharap tahun-tahun selanjutnya bisa menggelar acara serupa tingkat internasional. Dengan demikian, IMPhO di UNAIR ini bisa berkontribusi sebagai persiapan tim Indonesia melangkah ke jenjang lebih tinggi, dimana International Medical Physiology Olimpiad juga akan diselenggarakan sekitar bulan Juli atau September 2019 ini di UI.

”Dalam sambutan tadi, sudah saya sampaikan kalau bisa tahun depan kita menjadi tuan rumah untuk olimpiade internasional itu. Pimpinan akan selalu men-support apapun itu asal untuk kemajuan FK khususnya dan UNAIR umumnya,” tandas Prof. BUS, sapaan akrab Prof. Budi Santoso.

Ilmu fisiologi ini dikatakan sangat penting karena merupakan merupakan basic (dasar) dari ilmu kedokteran. Untuk itu, lanjut Prof. BUS, pimpinan akan mendukungnya. Apalagi acara semacam ini tidak saja penting secara keilmuan, tetapi juga sangat penting bagi mahasiswa, dimana pemahaman akan ragam penyakit juga menjadi sangat penting.

”Saat ini IMPhO masih tingkat nasional, tapi kita berharap nanti akan makin dikenal dan bertarap internasional seperti Medspin (Medical Science and Application Competition) yang untuk siswa-siswa SMA yang juga dilaksanakan oleh FK UNAIR,” kata Prof. BUS.

Dalam pembukaan IMPhO III/2019 ini, selain dibuka resmi oleh Wakil Dekan II FK UNAIR Prof. Budi Santoso juga dihadiri quist master dan founder IMPhO Prof. Cheng Hwee Ming dari Malaysia.

Dalam sambutan singkatnya, Prof. Cheng Hwee Ming mengakui bahwa peserta IMPhO di UNAIR ini luar biasa banyaknya. Terbukti pesertanya meningkat daripada tahun lalu. Karena itu ia berharap agar IMPhO ini terus dapat diselenggarakan setiap tahun di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Sementara Ketua Panitia, Chabib Fachry Albab menjelaskan, tahun ketiga ini IMPhO diikuti 49 tim dari 34 universitas yang berbeda dari berbagai daerah di Indonesia, dimana ada beberapa FK yang mengirimkan lebih dari satu tim. Namun peserta dari luar negeri belum ada.

”Kompetisi ini merupakan bagian dari bagaimana kita sebagai mahasiswa kedokteran yang harus selalu aware dengan ilmu fisiologi, karena ini merupakan dasar dari ilmu kedokteran. Jadi tidak berlebihan kalau ada pepatah yang menyatakan bahwa ‘Fisiologi hari ini, kedokteran esok harinya’ (physiology to day, medicine tomorrow). Jadi ini basic-nya ilmu kedokteran untuk memahami patofisiologi dan ilmu-ilmu dasar kedokteran lainnya,” kata Chafa, panggilan akrabnya.

Chafa berharap kepada peserta, hendaknya lebih perduli atau meningkatkan kesadaran akan pentingnya dasar-dasar ilmu kedokteran, salah satunya ilmu faal dan kalau bisa merembet ke ilmu-ilmu yang lainnya seperti biokimia, patologi anatomi, dsb.

”Saya mengamini apa yang disampaikan Prof. BUS kalau bisa kita tahun depan meningkatkan lomba ke jenjang yang lebih tinggi, internasional,” kata Chafa. (*)

Penulis : Bambang Bes

This post is also available in: English

Berita Terkait

bambangBes

bambangBes

Leave a Replay

Close Menu