SESI tanya jawab peserta dengan narasumber dalam diskusi public speaking yang diselenggarakan oleh BEM FEB UNAIR pada Sabtu (13/4/2019) di Aula Soepoyo. (foto: Ransis Putra Gaut)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS Departemen Hubungan Luar Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) Fakultas Eknomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan diskusi tentang public speaking. Kegiatan itu diselenggarakan pada Sabtu (13/4/2019) di Aula Soepoyo FEB UNAIR.

Dunia yang semakin maju (Modern -red) menciptakan pekerjaan yang bervariasi. Setiap individu dituntut memiliki kecakapan dalam berkomunikasi agar dapat membangun jaringan kerja (Networking). Turut hadir Adinda Putri, A. Md (Presenter TVRI Jawa Timur dan Paguyuban Duta UNAIR) sebagai narasumber.

Adinda memaparkan langkah-langkah yang perlu dilakukan seseorang agar mampu menjadi public speaker. Tiga langkah yang utama ialah latihan vokal, latihan gaya berbicara dan pengetahuan yang luas.

Pertama yakni latihan penekanan bunyi a, i, u, e, dan o penting dipelajari agar individu mampu melafalkan kata-kata dengan benar. Pelafalan kata-kata yang benar membuat isi pembicaraan dapat mudah dipahami oleh pendengar.

Kedua, yakni gaya komunikasi yang mestinya dimiliki saat hendak berbicara di depan umum. Pembicaraan yang disertai dengan gerakan tangan misalnya, dapat menciptakan nilai estetika bagi audience.

“Latihan gaya berbicara ini bisa dilakukan sendiri di depan cermin. Kita perhatikan bagaimana raut wajah dan gerakan tangan ketika sedang berbicara di depan cermin tersebut,”tambahnya.

Kemudian terakhir yaitu pengetahuan yang luas. Semakin luas pengetahuan yang dimiliki, maka akan menambah kewibawaan dan rasa percaya diri ketika berbicara di depan umum serta dapat meningkatkan kepercayaan audience terhadap diri individu tersebut.

“Poin ini juga berlaku misalnya ketika kita melamar pekerjaan. Kita harus tampil berwibawa dan percaya diri saat diwawancarai supaya dapat memberi kesan yang positif kepada pewawancara. Lagi-lagi, itu hanya dapat kita lakukan dengan memiliki pengetahuan yang luas,” tuturnya. *

 

Penulis : Ransis Putra Gaut

Editor    : Khefti Al Mawalia

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone