Akbar Maulana Al Ishaqi, Ketua BEM Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (UNAIR) tahun 2019. (Ilustrasi: Feri Fenoria Rihai)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Organisasi menjadi hal yang sangat penting bagi mahasiswa, karena organisasi merupakan dimensi pengembangan diri. Hal tersebut disampaikan oleh Akbar Maulana Al Ishaqi, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (KABEM) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) 2019. Menurutnya, pengembangan diri yang perlu diasah adalah dalam hal soft skill.

Hardskill harus diimbangi dengan soft skill, dan begitupun sebaliknya,” ujar KABEM yang biasa disapa Akbar itu.

Baginya, kemampuan hard skill mahasiswa didapatkan dari bangku perkuliahan. Akan tetapi hal tersebut belum cukup melengkapi soft skill dari mahasiswa. Maka dari itu, imbuh Akbar, organiasi menjadi wahana yang paling tepat bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan soft skill mereka.

Mengangkat pengalaman organisasinya, Akbar berterus terang bahwa sebelum menjabat menjadi ketua, bekal keorganisasian yang dimiliki hanya sebatas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), komunitas, maupun Badan Semi Otonom (BSO) di tingkat fakultas maupun universitas. Tidak hanya di dalam UNAIR, Akbar juga pernah berorganisasi di luar UNAIR.

Akbar juga memaparkan, saat mencalonkan diri sebagai KABEM, ia belum memiliki pengalaman di ranah Organisasi Mahasiswa (Ormawa), baik BEM maupun BLM. Akan tetapi, dengan penuh kesadaran ia mengambil langkah yang berani untuk menjadi seorang pemimpin.

“Maka dari itu dengan mewakili seluruh lapisan mahasiswa baik dari UKM maupun komunitas, saya berani untuk mencalonkan diri menjadi KABEM FPK,” kata KABEM FPK kelahiran 24 Mei 1997 tersebut.

Terkait hal itu Akbar berharap menjadi representasi dari aspirasi seluruh lapisan masyarakat FPK. Sehingga dalam hal ini meliputi mahasiswa biasa, mahasiswa yang aktif di UKM, serta mahasiswa yang berkecimpung di komunitas.

Sampai tahap menjadi KABEM, jalan yang dilalui Akbar sangatlah tidak mudah. Kegagalan demi kegagalan pernah Akbar lalui namun dari hal tersebut membuat ia menjadi semakin kuat.

“Semua kerja keras ini saya lakukan dan saya dedikasikan penuh kepada semua orang yang mempercayai saya. Dalam hal ini orang tua saya, sahabat-sahabat saya, serta guru-guru di kehidupan saya,” tutur Akbar.

Hal tersebut Akbar lakukan karena baginya mereka semua adalah alasan mengapa dirinya bisa menjadi seorang KABEM seperti sekarang. Dalam hal mengatur waktu, Akbar menjelaskan bahwa dirinya merupakan tipikal orang yang presisi.

“Saya selalu mengatur jadwal saya. Catatan kecil yang berisi agenda satu hari penuh selalu saya sediakan,” ujar Akbar.

Selain itu, Akbar selalu merinci setiap agenda mulai dari hal mengerjakan tugas bahkan mencuci sampai menyeterika pakaian pun ia catat. Akbar juga memberikan tipsnya untuk Mahasiswa UNAIR yang harus membagi waktu untuk organisasi.

“Susun skala prioritas kalian dengan benar dan lakukan dengan disiplin,” kata Akbar menegaskan pada kata disiplin.

Meskipun menjadi KABEM adalah hal yang berat karena tanggung jawab yang diemban sangatlah tidak mudah, Akbar menyampaikan bahwa orang tuanya tetap mendukung asalkan tidak menyimpang dari agama. Pemuda yang lahir di Gresik itu memiliki prinsip hidup untuk selalu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar dalam hal sekecil apapun.

“Kalian di sini beralmamater untuk membangun bangsa,” tegas Akbar mengutip perkataan dosen yang pernah disampaikan kepadanya.

“Tetap berjuang, pantang menyerah, senantiasa sabar, dan selalu berdoa. Bismillah, Tuhan bersama kita,” tuturnya. (*)

Penulis: Dhea Meidiana

Editor: Zanna Afia Deswari

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone