Komalima PSDKU Banyuwangi Siap Menjadi Rumah Bersama

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
KOMALIMA PSDKU Banyuwangi selepas acara Airlangga Get Christmas 2018 (Foto: Roberthus NK)
KOMALIMA PSDKU Banyuwangi selepas acara Airlangga Get Christmas 2018 (Foto: Roberthus NK)

UNAIR NEWS – Komunitas Minat Bakat (Komikat) mahasiswa Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga (UNAIR) di Banyuwangi tidak hanya menjadi komunitas hobi semata, namun juga menjadi komunitas untuk berbagi pengetahuan dalam bidang religi. Salah satunya adalah Komikat Mahasiswa Lintas Agama (Komalima) yang mewadahi mahasiswa non-muslim di PSDKU UNAIR Banyuwangi.

Sejak dibentuk pada 28 September 2017, Komalima membawahi 4 Departemen Agama yakni Departemen Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha serta dibantu dengan Departemen Komunikasi dan Informasi. Masing-masing departemen agama ini memiliki program kerja sendiri-sendiri dan ada pula program kerja gabungan seperti bakti sosial. Namun, tiap program kerja ini tetap dapat diikuti oleh seluruh anggota Komalima sebagai wadah untuk berkumpul, belajar, dan berbagi bersama.

Ditemui oleh UNAIR NEWS pada hari Rabu (27/3/2019), Roberthus Nughriyanto Krisnono Putra selaku Ketua Umum Komalima periode 2018/2019, menyatakan bahwa Komalima dibuat bukan sebagai organisasi, melainkan sebagai rumah bagi para anggotanya.

“Ada dua tujuan utama Komalima tahun ini, yang pertama adalah untuk internal keanggotaan dan yang kedua adaah untuk relasi eksternal,” jelas pria yang akrab disapa Berthus ini.

Pengenalan anggota kepada Komalima menjadi fokus dari tujuan internal mereka (Komalima, red). Berthus mengharapkan anggota Komalima dapat menganggap komikatnya sebagai rumah, tempat mengembangkan diri dan kembali ke jalan yang benar serta menjadi safe space bahwa anggotanya tidak berjalan sendirian.

Sementara untuk tujuan eksternal, pria yang sedang menempuh semester 4 program studi Akuntansi ini menjelaskan, Komalima akan menjalin relasi dengan organisasi-organisasi serupa di luar lingkup kampus.

“Misalnya, Organisasi Pemuda di Gereja atau di kampus atau bahkan tingkat SMA lain, kita bisa bangun relasi dari sana,” ungkapnya.

Tujuan itu, lanjutnya, ia maksudkan karena Komalima tidak mungkin berjalan sendiri, mengingat terbatasnya sumber daya manusia di internal kampus PSDKU UNAIR. Maka dari itu, ia memutuskan untuk merangkul dan menjalin relasi di luar kampus.

“Intinya, Komalima bukan merupakan badan atau organisasi. Komalima adalah organisme, di mana kita, sebagai anggota Komalima adalah tubuh dan Tuhan adalah kepalanya,” tutupnya. (*)

Penulis: Tsania Ysnaini Mawardi

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu