PROF. Dr. Moh. Yasin, M.Si., saat memberikan materi mengenai strategi submit ke jurnal internasional, di Ruang Parlinah Perpustakaan UNAIR Kampus B. (Foto: Erika Eight Novanty)
PROF. Dr. Moh. Yasin, M.Si., saat memberikan materi mengenai strategi submit ke jurnal internasional, di Ruang Parlinah Perpustakaan UNAIR Kampus B. (Foto: Erika Eight Novanty)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS Sebagai bentuk kontribusi Universitas Airlangga menuju World Class Univesity (WCU), Unit Bagian Penelitian dan Pengembangan Perpustakaan UNAIR mengadakan Workshop Writing Skill bertema ”Sukses Publikasi di Jurnal Internasional”. Bertempat di Ruang Parlinah, Perpustakaan UNAIR Kampus B, acara tersebut sukses dilaksanakan pada Kamis (21/3/2019).

Prof. Dr. Moh. Yasin, M.Si., selaku Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR, ditunjuk menjadi pembicara utama pada acara tersebut. Sampai saat ini, terhitung 112 publikasi Prof. Yasin telah sukses terindeks Scopus. Selain itu, ada Novita D. A., S.Sos., M.Sc., selaku Pustakawan Perpustakaan UNAIR yang juga memberikan materi mengenai menulis yang efektif dengan men-delay.

Prof. Yasin menyampaikan banyak hal mengenai strategi submit ke jurnal internasional. Dosen FST UNAIR itu juga menyampaikan bahwa penulisan jurnal harus valid dan jelas. Segala sumber yang digunakan juga harus dari situs yang sudah terakreditasi.

”Ada juga jurnal yang sudah lama, tapi isinya sangat dibutuhkan sampai sekarang. Maka dari itu, penulisan jurnal harus memperhatikan isi juga,” tambahnya.

Dihadiri sekitar 54 peserta, pelatihan itu tidak terbatas hanya untuk mahasiswa S2, S3, mapun dosen di lingkungan UNAIR. Hadir juga peserta dari perguruan tinggi hingga luar Pulau Jawa.

Pelatihan itu diadakan untuk mendorong Civitas Akademika UNAIR agar bisa menulis dengan baik. Yakni, dengan memperoleh trik-trik yang tepat supaya publikasinya bisa tembus di jurnal internasional.

Hadir dalam acara tersebut, Prof. Dr. I Made Narsa, SE., M.Si., Ak. CA., selaku Kepala Perpustakaan UNAIR. Menurut dia, acara tersebut membawa suasana baru dan memberikan atmosfer yang berbeda di Perpustakaan UNAIR.

”Saya mengharapkan acara ini berlangsung terus, karena ini merupakan suasana baru di perpustakaan ini (Perpustakaan UNAIR, Red). Perubahannya luar biasa, sebelumnya belum ada atmosfer di mana pustakawan itu terlibat dalam penelitian dan publikasi. Namun sekarang sudah mulai bergerak ke sana,” katanya.

Prof. Made juga menambahkan bahwa banyak pustakawan UNAIR yang sudah melakukan publikasi meski belum pada jurnal yang bereputasi. ”Selama ini pustakawan dianggap pegawai biasa, padahal mereka itu fungsional, sama dengan dosen,” tuturnya.

Perlu diketahui, dalam rangka Diesnatalis Perpustakaan UNAIR ke-64, Perpustakaan UNAIR memiliki banyak agenda. Salah satunya mengadakan Call For Paper pada Juli nanti. (*)

 

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone