Calista Segalita, Wisudawati Berprestasi Fakultas Kesehatan Masyarakat. (Ilustrasi: Feri Fenoria Rifai)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Calista Segalita Mahasiswa Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat mengukir sejarah baru dalam hidupnya. Mengenakan baju toga beserta samir ungu pada perayaan wisuda, Calista dengan penuh khidmat menyandang gelar sebagai wisudawan berprestasi periode Maret 2019  dengan mengantongi IPK 3,58.

Sejumlah prestasi baik akademik maupun non akademik telah ditorehkan Calista tatkala masih berstatus mahasiswa. Adapun beberapa prestasi yang menonjol adalah student exchange ke Eindhoven (Erasmus Scholarship) Belanda, selama 1 semester; menjabat Wakil Ketua BEM FKM UNAIR tahun 2015/2016; Juara III Mawapres FKM UNAIR, Juara III Duta FKM UNAIR; Juara I Lomba Poster ONESCO UB.

Selain itu, Calista juga pernah menjadi oral presenter dalam simposium dan konferensi internasional di Jakarta, Surabaya, serta Thailand. Terbaru, ia berhasil menulis 4 jurnal internasional yang keduanya telah dipublikasikan.

“Bagai angan-angan menerawang langit. Menurut saya, selama seorang punya cita-cita setinggi langit, kaki akan tetap bersemangat melangkah hingga berhasil menggapainya,” terang Calista optimis.

Dalam buku kamus Calista tertulis bahwa untuk bisa sampai pada kesuksesan, jangan pernah sekalipun mau untuk bermain aman. Segala hal yang dilakukan harus dilandasi dengan penuh tantangan. Apalagi teruntuk mahasiswa yang belum menemukan minatnya.

Calista juga berprinsip bahwasa selagi mengembangkan kemampuan softskill, jangan sampai kemampuan akademik ikut menurun. Semua harus seimbang dan tidak berat sebelah.

Ada satu cerita Calista yang begitu menggelitik kala ia sedang dilanda stres mengerjakan skripsi. Calista pernah mengatakan kepada teman-temanya supaya ia segera diluluskan dari beban skripsi. Namun anehnya, ia malah ingin cepat-cepat langsung belajar lagi ke program studi S2. Walau pada kenyataannya, Calista menyadari untuk menyelesaikan studi S2 juga tidak semudah itu. Menurut pengakuannya, hal itu memacu motivasi belajarnya sehingga bisa cepat lulus.

“Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam. Karena anak muda harus bersabar untuk mencapai cita-cita,” lanjutnya.

Terakhir, Calista berpesan kepada para mahasiswa, khususnya UNAIR, agar tahu pencapaian seperti apa yang benar-benar diinginkan. Sebab itu menentukan pula besarnya usaha yang akan dilakukan. (*)

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone