Kepemimpinan Baru, BEM FKG UNAIR Siap Wujudkan Sinergi Organisasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
RM Luqman Adi Wiratama Nurrobi, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR periode 2019/2020. (Ilustrasi: Feri Fenoria Rifai)

UNAIR NEWS – Siap menjadi pemimpin berarti harus siap pula mengemban amanah dan segudang tanggung jawab di dalamnya. Sebab, pemimpin ibarat nahkoda pada awak organisasi. Sebagai pemangku kebijakan tertinggi, seorang pemimpin dituntut dapat menentukan arah sekaligus tujuan yang akan dicapai organisasi.

Begitu pula yang dirasakan oleh RM Luqman Adi Wiratama Nurrobi, mahasiswa yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) periode 2019/2020.

Dirinya mengatakan, manusia yang terbaik adalah manusia yang dapat dirasakan kebermanfaatannya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang di sekitar. Dan menjadi seorang pemimpin adalah salah satu langkah untuk dapat mewujudkan hal tersebut.

“Selain itu adanya kegelisahan terhadap permasalahan yang ada di FKG UNAIR juga menjadi alasan bagi saya untuk memberanikan diri maju menjadi ketua BEM FKG UNAIR,” terang laki-laki yang akrab disapa Luqman itu.

“Karena dengan menjadi pemimpin di perkumpulan ini, memberikan saya jalan untuk bisa membenahi permasalahan dengan lebih efisien dan tak berakhir dalam wacana,” tambahnya.

Bersama dengan Aulia Nur Layli sebagai wakil, Luqman siap membawa BEM FKG UNAIR merealisasikan visi dan misi baru. Visi tersebut antara lain, menjadikan BEM suatu organisasi yang dekat bersinergis demi tercapainya manfaat yang menyeluruh, utamanya di bidang keilmiahan, pengembangan minat bakat, kepemimpinan, serta pengabdian masyarakat.

“Sesuai dengan nama kabinet kami, Kabinet Manfaat, memberikan makna bahwa disini BEM harus menjadi organisasi yang dapat dirasakan manfaatnya, khususnya bagi teman-teman FKG UNAIR,” sebutnya.

Sementara itu, misi yang diusung oleh BEM FKG periode 2019/2020 di antaranya, menjalin hubungan sinergis dengan berbagai elemen yang berujung pada kebermanfaatan, mengembangkan potensi KM FKG UNAIR yang mengarah pada prestasi dan kontribusi, membangun iklim yang dekat, solid, dan bahagia dalam internal BEM serta KM FKG UNAIR, menjadi pioneer pergerakan KM FKG UNAIR dalam mengabdi kepada masyarakat, serta membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas dan berwawasan.

Bagi Luqman, kepemimpinan bukan sekedar ajang kebanggaan. Sebab di baliknya, terdapat tanggung jawab yang tak ringan.

“Kepemimpinan juga memberikan kita peluang untuk menebar kebermanfaatan. Namun jika tidak memaknainya, maka ego yang akan disebarluaskan,” imbuh mahasiswa kelahiran Surabaya tersebut.

Selama empat bulan menjabat sebagai Ketua BEM FKG, dirinya turut bangga akan prestasi sivitas akademika FKG UNAIR satu tahun terakhir.

“Hal konkrit yang menjadi bentuk kontribusi kami kepada UNAIR adalah prestasi. Alhamdulillah, pada tahun 2018 FKG UNAIR berhasil meraih 17 prestasi nasional dan 6 prestasi internasional. Insyaallah tahun ini dapat menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Dirinya berpesan kepada seluruh mahasiswa, khususnya di UNAIR, supaya memanfaatkan waktu perkuliahan sebaik mungkin. Sebab, lanjut Luqman, mahasiswa merupakan bakal calon pemimpin yang akan menentukan ke mana arah Indonesia ke depan.

“Asahlah soft skill kalian, mulai dari kepemimpinan, public speaking, dan lain-lain. Karena saya tegaskan bahwa semua itu bukan bakat tapi semua itu didapat. Didapat dari pengalaman dan pembelajaran,” tandasnya. (*)

Penulis : Zanna Afia Deswari

Editor : Binti Q. Masruroh

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu