Hadapi Era Digital, AcSES FEB Dorong Ekonomi Syariah Berbasis Digital

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sekretaris Pusat Informasi dan Humas (PIH) sekaligus Dosen FEB UNAIR, Dr. Imron Mawardi, SP., M.Si. saat memberikan materi dalam Kajian Fiqih Muamalah. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Association of Sharia Economics Studies (AcSES) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kajian Fiqih Muamalah (Kafilah) yang bertajuk Artificial Intelligence dalam Perspektif Ekonomi Islam.  Kajian itu dilaksanakan pada Jumat (15/3/2019) di ruang kelas 324, lantai 3 FEB.

Pada kajian itu, Sekretaris Pusat Informasi dan Humas (PIH) sekaligus Dosen FEB UNAIR, Dr.  Imron Mawardi, SP., M.Si. menyatakan bahwa perkembangan teknologi ke depan sangatlah luar biasa. Lima atau sepuluh tahun mendatang, teknologi informasi akan berkembang dengan sangat pesat.

Saat ini Artificial  Intelligence (AI) sedang marak diperbincangkan. AI merupakan sebuah mesin yang dirancang dengan memiliki kecerdasan dalam mendeteksi atau melakukan suatu hal. Dr Imron memberikan contoh kehadiran Robot Shopia dan Humanic Robot pertama di Arab Saudi yang bisa diajak bicara oleh manusia.

“Robot Shopia juga bisa tersenyum, sedih, bahkan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh manusia pada umumnya,” ungkapnya.

Dalam perspektif ekonomi Islam, ada enam unsur yang dinilai dalam Global Islamic Finance. Diantaranya ialah halal food, islamic finance, halal travel, modest fashion, halal media and recreation, dan halal pharmaceuticals and cosmetics.

“Dalam global islamic finance, Indonesia berada di urutan ke-10 Top 15 countries GIE Indicator Score,” ujarnya.

Ekonomi digital syariah memiliki potensi yang sangat besar. Bahkan saat ini, ekonomi syariah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru dunia. Banyak negara yang mulai beralih menggunakan ekonomi digital syariah.

Dr. Imron memberikan contoh negara Inggris yang akan menjadikan London sebagai pusat keuangan syariah, UAE yang akan menjadikan Dubai sebagai ibu kota ekonomi syariah, dan Korea yang memiliki visi menjadi destinasi utama pariwisata halal. Kedepannya, akan ada banyak negara yang beralih menggunakan digital syari’ah.

“Tidak hanya negara-negara tersebut, masih banyak negara lain yang beralih menggunakan ekonomi digital syariah,” tambahnya.

Di penghujung kajian, Dr. Imron memberikan semangat kepada mahasiswa FEB UNAIR yang mengikuti Kafilah.  Persaingan industri global akan semakin ketat mengingat Indonesia mempunyai target pasar yang mayoritasnya adalah muslim.

“Tantangan Anda ke depan akan berat, karena akan bersaing dengan teknologi, bukan hanya manusia. Dengan kehadiran AI ini diharapkan nantinya ekonomi syariah di Indonesia akan menjadi lebih maju,” pungkasnya. (*)

 

Penulis : Sandi Prabowo

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu