Setahun Mengabdi, Berikut Capaian BEM UNAIR 2018

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh BEM KM UNAIR 2018
Ilustrasi oleh BEM KM UNAIR 2018

UNAIR NEWS – Periode kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR 2018 resmi berakhir pada Minggu (3/3). Setelah selama satu tahun mengabdi, berikut capaian yang paling berkesan masing-masing kementerian.

Festival Bineka Airlangga (FBA), Kementerian Hubungan Luar (Hublu)

FBA merupakan program kerja (proker) kebudayaan yang digelar oleh BEM UNAIR dengan berkolaborasi bersama Forsida. Dalam acara tersebut, masing-masing organisasi mahasiswa daerah (ormada) yang ada di UNAIR diberikan kesempatan dan ruang untuk menampilkan keseninaan dan budaya masing-masing. Selain itu, Letto dan Lobito Phawak turut hadir untuk meramaikan acara.

“Dengan diadakan FBA, kami ingin mensosialisaskan kepada mahasiswa bahwa kita terdiri dari seluruh daerah yang ada di Indonesia dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa UNAIR turut menjaga dan terus mensosialisakan kebudayaan daerah,” jelas Dani Gadang, menteri Hublu.

KM Menilai, Kementerian Penjamin Mutu Nyata (PNM)

KM Menilai merupakan survei online yang tujukan untuk seluruh mahasiswa UNAIR. Kegiatan yang dilaksanakan oleh PNM tersebut bertujuan untuk mengetahui pendapat mahasiswa mengenai proker-proker yang telah digelar oleh BEM, kegiatan apa yang mahasiswa inginkan untuk dilakukan oleh BEM, serta kritik dan saran. Survei yang telah diakses oleh responden yang berasal dari seluruh fakultas yang ada di UNAIR tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi BEM UNAIR.

“Menghadapi Dinamika di BEM UNAIR yang sangat fluktuatif membuat kami, kementrian PMN menjadi lebih baik,” ujar Rosita, menteri PNM.

Amerta, Kementerian PSDM

Amerta menjadi capaian terbesar bagi kementerian PSDM karena dalam kegiatan tersebut, BEM berhasil mengkolaborasikan semua fakultas untuk turut menyukseskan proses pengaderan mahasiswa baru baik di tingkat universitas, fakultas ataupun jurusan.

“Banyak pihak yang berkontribusi di Amerta karena pada Amerta kita bertanggung jawab pada generasi baru di UNAIR,” jelas Vigo, menteri PSDM.

Hubungan & Sinergi antara BEM dengan Fakultas Menjadi Lebih Baik, Internal Kampus (Inkam)

Menurut Qibti, menteri Inkam, hubungan dan sinergi yang baik dengan seluruh fakultas di UNAIR merupakan capaian terbesar bagi kementerian Inkam. Dibanding tahun lalu, pada tahun ini fakultas sering hadir ketika inkam mengadakan forum, forbes dan ruang dengar.

Kominfo Class, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo)

Kominfo Class pada tahun ini mewadahi minat dan bakat mahasiswa terkait personal branding di media sosial. Kominfo juga mengundang public figure nasional yaitu Alika Islam Madina.

Aksi Diplomatis dan Ruang Literasi untuk Mahasiswa, Kementerian Sosial Politik (Sospol)

Sebagai kementerian sospol, mengawal kebijakan publik yang dibentuk oleh pimpinan kampus, regional dan nasional merupakan salah satu tugas utama mereka. Untuk itu, sempat beberapa kali sospol melakukan aksi diplomatis seperti aksi solidaritas setelah terjadi pengeboman di Surabaya dan audiensi kepada DPRD terkait turunnya kurs rupiah. Selain itu, menurut Bobby, ruang dan peluang literasi seperti pengadaan taman baca, bulletin dan opini mingguan ksatria Airlangga juga perlu diadakan untuk memaksimalkan pergerakan.

“Literasi sebagai dasar pergerakan mahasiswa,” ucap Bobby.

Peningkatan Skill Komunikasi Wanita, Kementerian Pemberdayaan Perempuan (PP)

Pada tahun ini, kementerian PP berfokus pada bagaimana seorang wanita mampu bicara di depan umum dengan baik. Beberapa wadah yang disediakan oleh PP adalah kajian rutin isu perempuan, perempuan Airlangga, Beautyversiti, Women Hero dan Srikandi Airlangga.

“Kami berupaya untuk memajukan perempuan dengan komunikasi,” ucap  Zuama.

Pergerakan Peningkatan Mutu Masyarakat dengan Literasi, Kementerian Pengabdian Masyarakat (Pengmas)

Menurut Satria Aji, menteri Pengmas, pengabdian dengan meningkatkan budaya literasi kepada masyarakat perlu untuk dimasifkan. Beberapa program kerja yang mendukung hal tersebut adalah adanya Gerobak Baca dan penyelesaian perpustakaan di desa binaan.

“Selain itu, kami juga melakukan kolaborasi bersama komunitas dan yayasan diluar UNAIR. Salah satu bentuk kolaborasi yang jarang ada di organisasi lain,” ungkap Aji.

Kecepatan dan Ketepatan Penyelesaian Administrasi, Sekretaris Kabinet (Seskab)

Menurut Yuda, menteri seskab BEM UNAIR, beberapa capaian dari kementerian seskab adalah rendahnya komplain terkait pembuatan surat dan penyelesaian administrasi yang cepat. Pada periode ini, Yuda menaruh prinsip satu hari sekretaris menaruh dokumen untuk ditanda tangani, satu hari tandatangan jadi.

“Kecepatan dan ketepatan penyelesaian administrasi coba kami lakukan,” ucap Yuda.

Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan, Kementerian Keuangan

Upaya transparansi dan akuntabilitas keuangan menurut Opik, menteri keuangan, merupakan salah satu capaian yang telah diraih oleh kementerian keuangan. Yaitu dengan mengupload laporan keuangan setiap bulannya di media sosial BEM UNAIR.

“Di akhir periode, kami juga sudah mengupload laporan keuangan yang penyajiannya lebih rapi,” ujar Opik.

Lampaui Tolak Ukur Keberhasilan, Kementerian PPK

Jemmi Wahyu Santoso, menteri PPK yang akrab disapa Jemmi tersebut menjelaskan bahwa capaian terbesar dari kementerian PPK adalah ketika semua program kerja yang dilaksanakan berhasil melampauai tolak ukur keberhasilan.  Suka duka melaksanakan seluruh program kerja bersama dirjen dan staff juga merupakan hal yang paling berkesan untuknya.

AAYCCP 2.0, Kementerian Keilmuan

Dalam bidang keilmuan, program kerja Airlangga ASEAN+3 Youth Conference and Cultural Program (AAYCCP) 2.0 mungkin dapat dikatakan sebagai capaian terbesar yang pernah diraih. Program kerja yang dilaksanakan oleh kementerian keilmuan dengan Inas Pramitha sebagai menterinya tersebut juga berkolaborasi bersama kementerian hublu.

Terdapat sekitar sembilan puluh delegasi yang hadir dalam kegiatan tersebut. Delegasi tersebut berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapore, Vietnam, India, Pakistan, Madagascar, Ethiopia, Zimbabwe, Brunei Darussalam, Pakistan, Myanmar, China, Malaysia, Filipina, Syria, Tanzania, Rwanda, Madagaskar, Cambodian, Myanmar, Vietnam, Ethiopian, The Gambia, dan Tanzania.

 

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Nuri Hermawan

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu