Rihlah, Ajang Silaturahmi Antar Pengurus UKMKI UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Setelah Melakukan Studi Banding ke Masjid Kampus UGM dan UNY, Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian (UKMKI) UNAIR berlibur ke Pantai Cemoro Sewu, Bantul, Yogyakarta (Foto: Dok. Pribadi)
Setelah Melakukan Studi Banding ke Masjid Kampus UGM dan UNY, Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian (UKMKI) UNAIR berlibur ke Pantai Cemoro Sewu, Bantul, Yogyakarta (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS  – Ditemui di Masjid Nurruzzaman Kampus B Universitas Airlangga (UNAIR) Kamis, (21/02). Diki Febrianto, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian (UKMKI) UNAIR, memaparkan kegiatan Rihlah di Yogyakarta yang dilaksanakan pada awal Februari lalu.

Menurutnya, Rihlah merupakan kegiatan studi tour ke Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dengan tujuan merumuskan program kerja, sekaligus ajang untuk membangun silaturahmi antar pengurus UKMKI UNAIR dengan berwisata.

Selama Rihlah, kata Diki, pengurus UKMKI UNAIR berkunjung ke berbagai tempat, seperti Masjid Kampus UGM, Masjid Al Mujahidin UNY, Pantai Cemoro Sewu, Puncak Becici, Malioboro, dan Masjid Jogokariyan.

Di Masjid UGM dan UNY, pengurus UKMKI UNAIR berdiskusi dengan Jama’ah Sholahudin UGM serta UKKI UNY untuk mempelajari cara dakwah dan manajemen optimalisasi syiar dari kedua organisasi masjid kampus tersebut.

“Itu dilakukan untuk belajar membangun pondasi ukhwah (persatuan, Red) di awal organisasi dan menyamakan persepsi tentang visi organisasi kedepannya,” tutur Diki Mahasiswa asal Ilmu Sejarah UNAIR.

Lebih lanjut, dari pertemuan itu, Diki mengungkap banyak feedback positif yang didapat peserta Rihlah, misalnya pengurus yang awalnya tidak saling mengenal saat pertama kali bertemu, menjadi akrab selama mengikuti kegiatan.

“Karena dari setiap kegiatan tersebut, kami melakukan team building sebagai upaya konsolidasi pengurus untuk bisa saling mengenal,” ujar Diki.

Setelah melakukan Rihlah, Diki berharap, nilai ukhwah Islamiyah dapat tertanam di hati seluruh pengurus UKMKI. Karena menurutnya, ke depan tantangan pengurus UKMKI akan dihadapkan pada ancaman perpecahan dan perdebatan atas perbedaan yang ada di masyarakat.

“Maka dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut, kita sama-sama paham, bahwa persatuan umat Islam di atas segala-galanya, diatas khilfiyah fiqh, di atas soal pandangan politik dan lainnya. Perpecahan umat Islam sudah terlalu menganga, maka UKMKI harus benar-benar menjadi role model persatuan umat di Indonesia, minimal ditingkat mahasiswa UNAIR,” ungkap Diki.

Perlu diketahui, kegiatan Rihlah di Yogyakarta tersebut, murni hasil patungan dari sekitar 150 pengurus UKMKI UNAIR 2019. Organisasi keIslaman itu ingin menunjukkan bahwa uang bukan halangan untuk memperjuangkan dakwah keIslaman di Indonesia.

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu