DARI KIRI: Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis, dosen sekaligus pengamat media Dr. Yayan Sakti Suryandaru, dan Rektor UNAIR Prof Moh Nasih saat berdiskusi tentang peran media untuk memajukan UMKM, di Aula Garuda Mukti, Kamis (7/1). (Foto: Agus Irwanto)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Fabruari, TVRI bekerjasama dengan Universitas Airlangga menggelar talkshow. Talkshow interaktif yang dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen itu berlangsung Kamis (7/2), bertempat di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus C UNAIR.

Talkshow interaktif itu membahas mengenai peran media dalam mengembangkan perekonomian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bak gayung disambut, Rektor UNAIR menyambut baik media, dalam hal ini TVRI, sebagai media milik publik yang memiliki tanggungjawab melakukan edukasi, salah satunya perihal UMKM.

Takshow interaktif menghadirkan tiga pembicara yaitu Rektor UNAIR Prof Moh Nasih, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis, dan dosen sekaligus pengamat media Dr. Yayan Sakti Suryandaru.

Dalam kesempatan itu Rektor UNAIR Prof Moh Nasih memulai pembahasan perihal televisi sebagai media pendidikan yang paling besar di Indonesia. Menurutnya, televisi menjadi media paling powefull kareda dapat mempengaruhi jutaan masyarakat setiap harinya.

“TV punya peran sangat besar. Modal bagi UMKM, modal bagi perguruan tinggi, modal bagi usaha yang dilakukan mahasiswa. Kita berharap dari TVRI bisa jadi modal mahasiswa untuk memperkenalkan produknya,” terang Rektor.

Rektor UNAIR Prof Moh Nasih saat diskusi di Aula Garuda Mukti. (Foto: Agus Irwanto)
Rektor UNAIR Prof Moh Nasih saat diskusi di Aula Garuda Mukti. (Foto: Agus Irwanto)

“Sebab ada ratusan karya mahasiswa yang punya andil dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat, baik dalam hal pendidikan, kesehatan, teknologi, dan sebagainya,” tambahnya.

Yuliandre Darwis atau yang akrab disapa Andre mengungkapnya beberapa pendapatnya terkait kondisi media di Indonesia saat ini. Dikatakan bahwa saat ini KPI mengawasi 1500 radio, 300 televisi lembaga penyiaran berlangganan, dan 800 lembaga penyiaran TV lokal. Menurutnya, salah satu fungsi media sebagai perekat ekonomi dan budaya termasuk UMKM, saat ini yang tidak pernah tersentuh.

“Kami melihat banyak media yang memang agak sepi dalam hal edukasi tentang UMKM. Yang muncul adalah komersil atau yang biasa disebut dengan iklan,” ujarnya.

Dikatakan Andre saat ini tidak ada sumber daya yang mewadahi program-program lokal. Padahal yang penting adalah kontinuitas atau berkelanjutan program. Andre menunggu karya anak muda untuk bisa mengemas produk perguruan tinggi lewat visual yang menarik.

“Bisa jadi nanti dosen atau mahasiswa dari UNAIR yang ikut menyusun program. Tapi harus dikemas jaman now, agar bisa diterima oleh masyarakat jaman now,” tegasnya.

Sementara Yayan Sakti mengamati TVRI sebagai salah satu stasiun televisi yang punya potensi untuk membantu mempublikasikan karya-karya yang dimiliki akademisi untuk bisa dikonsumsi khalayak umum.

“Sesuatu akan jadi menarik ketika unik, original. UMKM harus muncul dengan sesuatu yang unik,” terang Yayan.

Yayan Sakti Suryandaru saat menjelaskan peran media saat ini. (Foto: Agus Irwanto)

Sementara kepada TVRI, Yayan berpesan bahwa menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi TVRI ketika menjadi media yang mewadahi produk masyarakat.

“Lembaga penyiaran publik harus memberi peluang. Beriklan lewat medsos nggak bayar. Tapi lewat media mainstream bayar. Ini yang jadi tantangan sekarang,” paparnya.

Ia juga menyarankan kedua belah pihak, yaitu UNAIR dan TVRI, untuk melakukan deklarasi komitmen membuka slot untuk tayangan-tayangan UMKM. Khususnya mahasiswa UNAIR.

Dalam kesempatan itu, Dr. Tri Siwi Agustina., S.E M.Si Siwi selaku staf dari PPKK mengungkapkan bahwa dalam satu tahun ada 300 mahasiswa wirausaha di UNAIR. Pertumbuhannya mencapai 10-15% pertahun. Ini adalah salah satu potensi usaha mahasiswa yang bisa dilirik stasiun televisi untuk memperkenalkan UMKM di Indonesia. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone