Ekonomi Islam Kembali Kirim 3 Mahasiswa Ikuti Student Exchange ke Malaysia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DARI kiri, Evi Aninatin N; Abdul Kafi; dan Salma F. S saat mengikuti kegiatan student exchange di International Islamic University Malaysia (IIUM). (Foto: Istimewa)
DARI kiri, Evi Aninatin N; Abdul Kafi; dan Salma F. S saat mengikuti kegiatan student exchange di International Islamic University Malaysia (IIUM). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, khususnya Ekonomi Islam, kembali mengirimkan mahasiswa berprestasi untuk mengikuti student exchange di Malaysia. Tepatnya digelar selama lima bulan, yakni September 2018 sampai Januari 2019.

Mereka adalah Evi Aninatin Ni’matul Choiriyah dan Salma Fioren Salsabella serta Abdul Kafi. Ketiganya mengikuti kegiatan tersebut di International Islamic University Malaysia (IIUM). Keikutpesertaan tiga mahasiswa UNAIR itu didukung Ketua Departemen Ekonomi Islam Dr. Raditya Sukmana, SE., MA.s. Tepatnya, reward kepada ketiga mahasiswa usai meraih juara I kompetisi di Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2018.

Evi, salah seorang anggota tim, menyampaikan bahwa dirinya mengikuti student exchange sebagai niat untuk mentaati perintah dari sumber ilmu, yaitu dosen. Karena di wishlist sudah ada harapan untuk lanjut master di International Islamic University Malaysia tahun 2020,” ungkapnya.

”Alhamdulillah, tanpa disangka Allah Maha baik. Karena sebelum waktunya, saya sudah diberikan kesempatan untuk merasakan kuliah di IIUM lebih cepat dari wishlist,” imbuh Evi, mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2016.

Evi menambahkan, adanya kerja sama antara pihak FEB UNAIR dan IIUM yang tertuang dalam MoU lebih memudahkan proses pendaftarannya. Untuk pendaftarannya, lanjut dia, hanyalah mengisi form yang dilengkapi persyaratan, tak lupa sertifikat kejuaraan. Tahap berikutnya adalah menunggu LoA dari pihak IIUM. Selain itu, mahasiswa bisa membuat VISA student dengan mengikuti arahan dari EGMS Malaysia (portal pendidikan di Malaysia).

Evi menambahkan, dirinya bersama dengan anggota tim yang lain tidak pernah pergi ke luar negeri. Karena itu, saat di Malaysia, mereka sempat merasakan bagaiman kesasar di negeri orang. Tepatnya ketika ingin ke Kuala Lumpur dari mahallah (asrama) dengan menaiki bus. Mereka tidak mengetahui pemberhentian terakhir yang berbeda jauh dari tujuan.

”Di sana banyak program dari pihak International Office IIUM seperti cultural program yang isinya adalah pengenalan dan game untuk seluruh student exchange yang ditutup dengan trip ke Malaka,” katanya.

Selain itu, Evi mengungkapkan bahwa semester ganjil bisa mengikuti Global Unmatic Festival. Yakni, acara rutin tahunan dan diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa internasional dan program lainnya.

”Perkulihannya pun berbeda dengan di UNAIR, di sana hanya ambil 12 sks, tetapi serasa 24 sks dengan tugas setiap pertemuan. Yaitu, paper atau artikel dengan ditambah presentasi individu,” tegasnya.

Tentu, Evi bisa mendapatkan tantangan dengan berbicara full english. Berbagai tantangan pun dirasakannya sehingga kian dapat mengasah ketrampilannya dan mendapatkan ilmu yang tidak didapatkan di UNAIR.

”Saya berharap melalui student exchange kita mampu mendongkrak prestasi UNAIR yang mengejar 500 WCU. Dan, sesuai tagline IIUM Garden Knowledge and Virtue,” ujarnya. (*)

 

Penulis: Rolista Dwi Oktavia

Editor: Feri Fenoria

 

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu