Berkaca dari Masyarakat Taiwan dalam Keseharian

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Terlihat antrean panjang untuk mendapatkan ayam shilin di Shilin Night Market, Taiwan. (Foto: Hilmi Putra Pradana)

UNAIR NEWS – Mempelajari karakter dan sifat orang lain untuk dibandingkan dengan diri sendiri tentuk tak ada salahnya untuk dilakukan. Bukan untuk mencari siapa yang terbaik ataupun tidak lebih baik tetapi dengan hal tersebut ketika sisi positif yang diambil perbandingan akan membuat perubahan.

Sebab seringkali, motivasi dan semangat muncul saat melihat orang lain lebih baik dari diri sendiri. Cara belajar karakter dan sifat orang dari negari lain, salah satunya adalah melalui kehidupan sehari-hari untuk menjadi koreksi diri. Berikut cara hidup masyarakat Taiwan yang dapat dicontoh dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Tertib Mengantre

Budaya ini pastinya masih ada di masyarakat Indonesia. Namun, yang patut diberi apresiasi lebih dari negara dengan ibukota Taipe itu adalah mereka mau antre panjang dan rapi berbaris sampai giliran mereka.

Tak jarang, di Taiwan dijumpai deretan panjang barisan orang-orang yang sedang mengantre dari sesuatu yang sangat penting sampai hanya untuk membeli makanan yang enak dan terkenal. Sedikit berbeda di negeri Khatulistiwa ini, meskipun mengantre tetap dilakukan, tetapi ketertiban dan keteraturan sering tidak diperhatikan sehingga kerap kali terjadi gesekan antar pengantre.

  1. Datang Tepat Waktu Sesuai Kesepakatan

Jam Karet. Istilah yang sering didengar di Indonesia untuk waktu kedatangan yang tidak sesuai jam yang dijanjikan di awal. Agaknya Indonesia perlu banyak belajar dengan Taiwan dalam hal ketepatan waktu. Orang-orang di Taiwan menghargai waktu sampai membandingkannya dengan uang.

Ada yang pernah memberi tahu, suatu ketika seseorang datang terlambat sekitar 10 menit sehingga 12 orang lainnya harus menunggunya. Seseorang yang sedang menunggu tersebut memberi tau ke orang yang telat melalui hitungan waktu yang terbuang dengan membandingkan dalam jumlah uang, berapa banyak uang yang terbuang untuk menunggu orang yang terlambat. Tentunya waktu lebih berharga daripada uang.

  1. Membuang Sampah

Masyarakat taiwan terbiasa memisahkan sampah organik dan non-organik. Di tempat makan ataupun tempat umum pasti tersedia 2 jenis tempat sampah untuk memisahkan keduanya. Jenis tempat sampah akan lebih banyak ketika memasuki kawasan akademik seperti kampus.

Hal lain yang menarik adalah truk untuk mengangkut sampah di sana memiliki suara dengan nada khas sepanjang jalan. Nada tersebut menandakan truk sampah telah datang sehingga masyarakat bisa membuang sampah secara mandiri langsung ke truk sampah. Pembuatan sampah yang dipilah dan membuang sampah secara mandiri perlu diteladani dan ditiru.

Mari bersama-sama berkaca dari orang lain untuk memperbaiki diri.

Penulis : Hilmi Putra Pradana

Editor : Binti Q. Masruroh

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu