RAPAT persiapan Konferensi Jurnal Terindeks Scopus. Dari kanan, Dr. Santi Isnaini S.Sos., MM.; Rani Sukma Ayu Suteja S.I.Kom.; M.Sc. Siti Dzarfah Maesaroh. S. Sos; dan Dina Septiani B.Comm, M.Comm. PhD. (Foto: Khefti Al Mawalia)

Tingkatkan Publikasi, Mahasiswa S2 Media dan Komunikasi Bakal Adakan Konferensi Jurnal Internasional  

 

UNAIR NEWS – Demi terwujudnya cita-cita Universitas Airlangga mencapai predikat kelas dunia (World Class University), mahasiswa S2 Media dan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) melakukan sinergi dengan para dosen di lingkungan internal program studi. Banyak hal yang dilakukan oleh pihak jurusan dalam mendukung perguruan tinggi berstandar dunia itu. Salah satunya dengan menggelar konferensi jurnal internasional terindeks Scopus.

Rani Sukma Ayu Suteja, S.I.Kom., MSc selaku dosen komunikasi FISIP UNAIR mengungkapkan bahwa setiap tahun, program studi media dan komunikasi melakukan konsistensi dan upaya perbaikan untuk mendorong mahasiswanya dalam menggalakkan publikasi ilmiah terindeks Scopus. Setelah berhasil melaksanakan dua kali International Postgraduate Conference On Media And Communication (IPCOMC), kali ini program studi S2 media dan komunikasi mengusung tema yang berbeda.

”Tema konferensi kali ini adalah Communication 4.0: Strengthening Media and Communication Through Digital Transformation,” katanya.

Diterangkan Rani, tema itu dihadirkan dengan menjawab kehadiran revolusi industri 4.0 pada era digital. Para peserta juga menjadi lebih luas dalam mengulas sebuah penelitian, termasuk isu politik pada era tahun politik.

Bukan hanya itu, para peserta akademisi yang tergabung dalam konferensi tersebut diharapkan dapat mengeksplorasi perubahan teknologi dan komunikasi 4.0. Khususnya dalam perspektif keilmuan media dan komunikasi melalui jurnal ilmiah.

”Acara ini akan terselenggara untuk mempermudah mahasiswa S2 media dan komunikasi dalam mencapai syarat kelulusan yang ditetapkan oleh Universitas Airlangga,” sebutnya.

”Jadi, kita bisa menfasilitasi mereka tanpa harus mencari konferensi lain di luar universitas. Agar mempermudah akses teman-teman mahasiswa dalam publikasi,” tambah Rani.

Perlu diketahui, konferensi itu akan menghadirkan para pakar dari UNAIR sebagai pembicara. Termasuk  para ahli dari University of The Philippines, Prancis, dan beberapa negara lainnya.

”Saat ini panitia mempersiapkan dan mengoptimalkan publikasi di media sosial untuk memberi tahu khalayak dengan akan diadakannya konferensi jurnal internasional dalam mempermudah publikasi ilmiah Scopus,” kata Damae selaku sekretaris panitia IPCOMC.

Upaya persiapan kini tengah dilakukan oleh berbagai pihak, baik dosen maupun mahasiswa. Dalam tujuh sampai delapan bulan ke depan, persiapan itu akan segera dilakukan. Salah satunya, dengan melakukan proses seleksi karya ilmiah yang diajukan oleh para peserta.

”Karya ilmiah yang lolos dalam proses seleksi akan diikutsertakan sebagai hasil konferensi internasional,” ujar Rani.

Upaya meningkatkan jumlah publikasi terus dilakukan UNAIR. Mengingat, UNAIR yang merupakan salah satu kampus terbaik di Indonesia menarget 500 Top World Class University. Selain itu, UNAIR sebagai World Class University terus memperbaiki peringkat dengan aktivitas keilmuan dan penelitian. (*)

 

Penulis: Khefti Al Mawalia

Editor: Feri Fenoria