Ilustrasi oleh Feri Fenoria R
Ilustrasi oleh Feri Fenoria R
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – “Dari hati, siap mengabdi”. Sebuah tagline yang menjadi penyulut semangat sejumlah mahasiswa Bidikmisi UNAIR untuk terus berbagi kebaikan melalui kegiatan pengabdian bertajuk “Camp Pengabdian Bidik Misi”. Camp Pengabdian merupakan salah satu program kerja utama Kementerian Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Organisasi Bidikmisi Universitas Airlangga (AUBMO) yang digelar tiap awal tahun.

Memasuki tahun keempat, Camp Pengabdian 2019 kembali bersiap untuk menyapa masyarakat mitra desa. Kegiatan ini sekaligus menjadi cara mahasiswa Bidikmisi UNAIR dalam mengisi momen libur akhir semester. Selama Camp berlangsung, para peserta akan merealisasikan proker dan melakukan berbagai kegiatan bersama masyarakat setempat selama tujuh hari.

Sama seperti tahun lalu, Camp Pengabdian Bidik Misi 2019 akan kembali dilaksanakan di Dusun Suwaluh, Desa Talunrejo Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan pada tanggal 13 hingga 20 Januari mendatang.Berbagai persiapan mulai dilakukan sejak tiga bulan sebelum keberangkatan. Mulai dari rapat internal divisi hingga rapat pleno  panitia, penyaluran donasi serta perlengkapan kian gencar dimatangkan, mengingat jadwal keberangkatan menuju lokasi tinggal menghitung hari.

“Alhamdulillah, sejauh ini persiapan Camp bisa dikatakan dalam tahap finishing dan sedang mematangkan apa-apa yang dirasa kurang agar segera diatasi bersama. Prosentasenya persiapannya sekitar 80%,” ujar Muhammad Topan Ramadhan selaku Ketua Pelaksana Camp Pengabdian Bidik Misi 2019.

Berbeda dengan sebelumnya, Camp Pengabdian kali ini lebih berfokus pada bidang kewirausahaan. Upaya pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan program pembinaan pembuatan produk kerajinan merajut dan kerajinan bunga.

“Selain itu, kita juga membuat sudut baca di sana,supaya adik-adik dan warga bisa mendapatkan literasi yang baik dan menumbuhkan minat baca,” imbuh mahasiswa Ekonomi islam 2017 tersebut.

Meski beberapa panitia masih berhalangan hadir di Surabaya untuk membantu banyak persiapan, namun Topan mengaku hal tersebut tak menjadi kendala untuk bisa terus berkoordinasi dan berkomunikasi.

Topan berharap Camp Pengabdian dapat menjadi kegiatan yang menuai kebermanfaatan bagi warga Suwaluh dan seluruh panitia.

“Semoga program kerja yang kita canangkan bisa berlanjut dan ke depan bisa benar-benar mewujudkan Suwaluh sebagai desa kreatif dan mandiri sebagaimana tema yang diangkat dalam Camp kali ini. Serta nilai-nilai yang ada bisa menjadi salah satu bekal bagi kita semua sebagai mahasiswa untuk lebih dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Zanna Afia Deswari

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone