Ilustrasi oleh Bastian Ragas
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Setelah melaksanakan aksi galang dana di berbagai wilayah di Banyuwangi pada tanggal 26 & 30 Desember lalu, keluarga mahasiswa (KM) bersama himpunan mahasiswa (HIMA) tiap program studi di UNAIR Banyuwangi akan terjun langsung ke Banten untuk membantu korban bencana Tsunami selat Sunda.

Dipaparkan oleh Elzam Rachmadi bahwa hasil galang dana yang terkumpul hingga penggalangan ditutup pada 31 Desember yaitu sebesar Rp. 6.532.000. Bantuan tersebut nantinya akan dikumpulkan ke UNAIR Surabaya, yaitu secara kolektif dengan MAHAGANA dan BEM UNAIR.

Sebagai penanggung jawab aksi galang dana korban bencana tsunami Selat Sunda, Elzam sangat berterimakasih kepada civitas akademik UNAIR Banyuwangi dan masyarakat Banyuwangi yang telah ikhlas untuk menyumbangkan sebagian rezekinya. Serta, untuk teman-teman dari KM dan HIMA tiap prodi yang rela terjun ke jalan untuk melakukan aksi galang dana.

“Saya berharap, semoga dana yang terkumpul bisa bermanfaat dan bisa membantu masyarakat yang terkena musibah tsunami di Selat Sunda,” pungkasnya.

Kepala departemen sosial mayarakat KM Ahmad Rido’i Yuda Prayogi menjelaskan, setelah melaksanakan aksi galang dana, KM bersama HIMA tiap prodi berencana untuk turut terjun ke Banten bersama tim MAHAGANA dan BEM UNAIR. Mereka akan berangkat membantu korban bencana tsunami Selat Sunda pada Minggu (13/1) mendatang.

“Karena selama ini kami rasa kurang untuk berpartisipasi langsung ke lapangan, jadi kami memutuskan untuk langsung terjun ke Banten, mumpung masih masa liburan juga,” ujar mahasiswa yang sering disapa Yuda tersebut.

Hingga Senin (7/1), mahasiswa UNAIR Banyuwangi yang berencana berangkat ke Banten masih dua orang, yaitu atas nama Yuda Prayogi dan Elzam Rachmadi.

“Dari KM hanya kami berdua, sisanya kami masih mengunggu konfirmasi dari HIMA tiap prodi,” imbuh Yuda.

Untuk kegiatan di Banten tidak hanya sekadar menyerahkan bantuan saja, tim relawan juga akan melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan medis dan dukungan psikososial untuk korban tsunami Selat Sunda di Banten.

“Untuk saya pribadi kemungkinan akan membantu di bidang trauma healing/dukungan psikososial, karena bidang studi saya di kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Sasaran utama trauma healing untuk korban di Banten nantinya akan ditujukan kepada anak-anak, karena psikologis anak-anak yang terkena bencana seringkali menurun dan akan timbul rasa trauma. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan psikososial, salah satunya dengan cara mangajak bermain dan sharing-sharing. Tujuannya, agar mereka kembali ceria, melupakan rasa trauma, dan segera kembali seperti kehidupan biasanya sebelum terjadi bencana.

Sebagai perwakilan dari PSDKU UNAIR di Banyuwangi, Yuda berharap dari hasil galang dana dan rencana terjun langsung ke Banten, sedikitnya bisa untuk mengurangi beban yang dialami korban di sana, baik secara psikologis maupun materi.

“Kita sebagai mahasiswa, semoga lebih bisa untuk memahami kondisi lingkungan masyarakat saat kita terjun langsung ke lapangan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Bastian Ragas

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone