Mahasiswa Bidikmisi Tak Halangi Semangat Dian Lanjutkan Prestasi di DKI Jakarta

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dian Pratama saat melakukan presentasi. (Foto: Istimewa)
Dian Pratama saat melakukan presentasi. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dian Pratama tak lain juga merupakan mahasiswa bidikmisi dari prodi Akuntansi PSDKU angkatan 2017. Menjadi ksatria bidikmisi, tidak menghalanginya untuk mengukir prestasi. Justru baginya, mahasiswa bidikmisi harus mampu menjadi lebih berprestasi.

“Kita kuliah menggunakan uang rakyat, kalau tidak kita balas dengan prestasi, itu beda tipis dengan korupsi,” ujar Dian.

Pada akhir semester ini, setelah menyelesaikan dua paper sebelumnya di UB Malang, Dian mendapat kesempatan untuk mempresentasikan paper ketiganya yang berjudul “Kampung POPPAY (Produk Olahan Pepaya) inovasi peningkatan produktifitas masyarakat Desa Macanputih” dalam COMDEV (Comunity Development National Symposium) yang berlokasi di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pekan lalu tersebut merupakan serangkaian acara SFLD (Sampoerna Financial Literacy Day) yang diselenggarakan oleh Sampoerna University. Kampung POPPAY sendiri jelasnya, merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Akuntansi 2018. Acara tersebut masuk dalam serangkaian kegiatan FORZA (Forum Orientasi Zona Akuntansi) yang kebetulan saat itu diketuai oleh Dian Pratama.

“Tujuan dari kegiatan abdimas tersebut, adalah terbentuknya kampung wisata edukasi pengolahan pepaya, yang mampu meningkatkan produktifitas masyarakat desa Macanputih,” tutur Dian.

Hebatnya, bukan hanya satu acara yang diikuti oleh Dian. Saat itu, papernya yang berjudul “Accounting Tribe Osing (Preliminary study of Ethnography)” yang dikerjakannya bersama AA. Gde Satia Utama dan juga Khusnul Prasetyo juga lolos seleksi untuk dipresentasikan dalam International Conference on Financial Criminology. Namun, presentasinya dilakukan oleh AA. Gde Satia Utama, yang berlokasi di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta.

Sedangkan Dian Pratama bertugas mewakili AA. Gde Satia Utama, dosen pembimbingnya untuk mempresentasikan paper berjudul Narcissism Narrative Text : Analysis of Semiotic Disclosure Annual Report PT Merdeka Copper Gold Tbk. dalam ISBEST (International Seminar on Business, Economic, Social Sience and Technologi) yang berlokasi di Century Park Hotel, Senayan, Jakarta.

“Saat itu saya harus menggunakan bahasa Inggris dan itu merupakan pengalaman yang mengesankan bagi saya,” ungkap  Dian.

Meskipun berlatar belakang dari mahasiswa bidikmisi, semangat Dian dalam mengukir prestasi patut dicontoh.

“Kita dianjurkan rendah hati, tapi dilarang untuk rendah diri (minder). Apapun latar belakangnya, jangan pernah ragu mengukir prestasi. Terlebih jika dapat beasiswa bidikmisi. Kita pakai uang rakyat, maka sebaiknya digunakan secara bijak. Sebisa mungkin buat rakyat bangga” pungkas Dian.

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu