Usai memberikan sosialisasasi di SMAN 5 Palangka Raya, Staf Pusat Informasi dan Humas (tengah) berfoto bersamapara siswa. (Foto: Alifian Sukma)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia selalu berupaya membantu terjadinya pemerataan pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan berupa kegiatan sosialisasi pendidikan yang diarahkan ke luar Pulau Jawa setiap tahun. Setelah ke Bali dan Banjarmasin di tahun sebelumnya, tahun ini kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Kegiatan sosialisasi yang menyasar sekolah menengah atas tersebut terlaksana pada Selasa (27/11). Tim sosialisasi dari Universitas Airlangga yang berjumlah 4 orang menuju dua sekolah favorit di Palangka Raya, SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Palangka Raya.

Di SMA Negeri 1 Palangka Raya, tim dari UNAIR disambut oleh Wakahumas sekolah, Anwidur S.Pd, dan para guru BK sekolah. Salah satu anggota tim sosialisasi, Anindya Anandita, S.Kom menyampaikan perubahan dari proses penerimaan mahasiswa baru 2019 kepada para guru kelas dan guru BK.

“Perubahan ini memang benar-benar baru, karena baru saja disosialisaikan oleh panitia pusat Sabtu lalu, 24 November 2018, di Yogyakarta,” kata dia.

Salah satu guru kelas sangat antusias dengan adanya sosialisasi ini dan banyak melontarkan pertanyaan tentang cara masuk ke UNAIR dan sistem SNMPTN dan SBMPTN yang baru. Anindya sebagai salah satu staf Pusat Informasi dan Humas Universitas Airlangga menjawab semua pertanyaan dari para guru.

Di sekolah berikutnya, SMA Negeri 5 Palangka Raya, tim dari UNAIR disambut oleh koordinator bimbingan dan konseling sekolah, Dra. Tjiliwati. Tim dari UNAIR menerima sambutan hangat dari guru maupun siswa dan siswi sekolah tersebut.

Sosialisasi yang dilaksanakan dalam aula sekolah, ratusan siswa hadir dan mendengarkan dengan antusias paparan dari tim sosialisasi UNAIR. Mereka menyampaikan materi tentang Universitas Airlangga dan proses penerimaan mahasiswa baru yang akan dimulai awal tahun depan.

Bu Wija, salah satu dari guru BK menanyakan tentang jumlah UTBK yang bisa diikuti oleh siswa.

“Misalkan siswa dari jurusan MIPA juga ingin mengambil kelompok Soshum, maka dia harus tes dua kali, satu Saintek dan satu Soshum. Kalau misalnya dari dua tes tersebut siswa belum puas dengan hasilnya, apakah siswa bisa mengulang tesnya kembali?” tanya Bu Wija.

Menjawab pertanyaan itu, Anindya menegaskan bahwa tes hanya bisa dilakukan dua kali, tidak lebih.

“Jumlah tes UTBK yang bisa dilakukan siswa hanya dua kali. Jikalau tidak puas dengan hasil tes pertama, bisa tes lagi untuk memperbaikinya. Tetapi tidak lebih dari dua kali tes,” tegas Anindya.

Kegiatan sosialisai ditutup dengan membuat story Instagram bersama. (*)

Penulis: Andi Pramono

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone