MUCHAMMAD Sholakhuddin Al Fajri, S.S., M.A., saat menyampaikan Workshop Tips Wawancara di acara PUSKESMAS, Seminar Beasiswa di FST, UNAIR. (Foto: Istimewa)
MUCHAMMAD Sholakhuddin Al Fajri, S.S., M.A., saat menyampaikan Workshop Tips Wawancara di acara PUSKESMAS, Seminar Beasiswa di FST, UNAIR. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Dalam setiap seleksi beasiswa, baik berskala nasional maupun internasional, hampir pasti terdapat tahap interview atau wawancara. Muchammad Sholakhuddin Al Fajri, S.S., M.A., pada Hari Pahlawan, 10 November 2018, berkesempatan men-sharing ilmu dalam acara Seminar Beasiswa Batch 2 tentang bagaimana lancar interview untuk lolos beasiswa studi lanjut perkuliahan di Ruang 312, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Airlangga.

Alumni beasiswa LPDP University Of Lancester yang sekarang berkarir di Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan itu dengan bersemangat memberikan tips serta trik dari pengalaman proses mendapat beasiswa.

Siapkan List Pertanyaan dan Berlatih Menjawabnya

Fajri menjelaskan, apa saja yang harus dilakukan sebelum interview yang pasti adalah mencoba mencari pertanyaan yang kira-kira sering keluar dan cari partner untuk praktik menjawab. Misalnya, pertanyaan menceritakan tentang dirimu. Pertanyaan tipe ini hampir pasti keluar di setiap interview.

Tell me about you, sepertinya pertanyaan ini tidak bisa dihilangkan dalam interview. Pertanyaan jenis ini jangan dijawab fokus ke data diri, tapi lebih ke pengalaman. Bisa sosial atau organisasi dan tambahkan pelajaran yang kalian dapat,” terang Fajri.

Beberapa pertanyaan lainnya seperti alasan memilih universitas yang dituju daripada lainnya. Kontribusi yang akan diberikan setelah selesai perkuliahan, sampai masalah yang ingin diselesaikan sangat mungkin ditanyakan saat interview. Mengetahui apa yang harus dijawab dengan list pertanyaan dan jawaban tentu sangat membantu.

Jangan Berbohong

Don’t lie, karena biasanya interviewer ada psikolognya. Kalau kalian berbohong dan payah dalam berbohong akan ketahuan,” tutur Fajri.

Saran dari Fajri jika saat interview, ada pertanyaan di luar apa yang dipersiapkan tidak perlu berbohong. Berbohong sangat berisiko menjawab apa adanya seperti yang ada di Curricukum Vitae.

Respek ke Interviewer

Respek punya arti menghormati dalam interview dapat dilihat dari gestur tubuh dan cara menjawab seorang yang di interview. ”Gestur atau body language itu penting. Misalnya, eye contact ke interviewer jangan sampai lepas. Cara menghadap ke interviewer juga sangat diperhatikan,” ucap Fajri.

Saat ditanya interviewer yang paling ujung, Fajri menyarankan jangan hanya menolehkan muka, tapi pindahkan posisi badan kamu dan pandang mata. Hal tersebut menunjukkan respek ke interview. Menjawab pertanyaan juga harus diplomatis dan jangan langsung frontal. Jawaban itu berlaku untuk pertanyaan rekomendasi.

”Benarkan dulu rekomendasinya kemudian bisa kamu tampilkan dengan baik. Jelaskan argumen kalian dengan effort bagaimana kalian mendapatkan jawaban tersebut,” tutur fajri.

Be your self dan confident itu yang paling penting. Mencoba dan gagal adalah guru terbaik. Jadi, selamat mencoba!

 

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone