Salah satu anak ketika dikhitan pada perayaan Hari Kesehatan Nasional yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keperawatan. (Foto: istimewa)
Salah satu anak ketika dikhitan pada perayaan Hari Kesehatan Nasional yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keperawatan. (Foto: istimewa)
ShareShare on Facebook12Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Dalam rangka merayakan Hari Kesehatan Nasional (HKN), Departemen Sosial Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keperawatan (FKp) mengadakan khitan (sunat) massal.  Kegiatan tersebut bertempat di Fakultas Keperawatan UNAIR dan diikuti oleh sembilan anak di sekitar Universitas Airlangga.

Diwawancarai UNAIR NEWS pada Senin (12/11), Afita Nur Dwiyanti, koordinator kegiatan tersebut menuturkan bahwa kegiatan itu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Khitan massal dipilih karena mengingat pentingnya berkhitan dan tidak sedikit warga Surabaya yang kurang mampu.

“Apabila khitan tidak dilakukan maka banyak infeksi kulit dan kelamin seperti herpes, chlamydia, syphilis, gonorrhea, dan masih banyak lagi,” tambahnya.

Mahasiswa Pendidikan Ners 2016 tersebut menambahkan, selain mengadakan khitan massal, BEM FKp juga mengadakan cek kesehatan gratis berupa cek tekanan darah dan pemeriksaan gula darah. Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi warga bagi warga yang kurang mampu.

Afita sapaan akrabnya, mengatakan bahwa seharusnya HKN tersebut jatuh pada tanggal 12 November. Namun dikarenakan bertepatan pada hari Senin, maka khitan massal diadakan sebelum HKN. Afita juga menambahkan khitan massal tersebut diharapkan menambah kemeriahan serta memberi kesan tersendiri bagi mahasiswa dan masyarakat di Hari Kesehatan Nasional tersebut.

Awalnya kami bingung mau merayakan hari kesehatan ini dengan kegiatan apa, kami ingin mengadakan kegiatan yang benar-benar berkesan untuk seluruh panitia dan seluruh masyarakat atas Hari Kesehatan Nasional (HKN)  ini,  akhirnya tercetusnya sunnatan massal.

“Respon masyarakat sangat antusias saat tahu bahwa kami mengadakan kegiatan ini, banyak yang membantu kami  dalam mempublikasikan acara ini, terutama para RT di beberapa daerah di Surabaya,” ucapnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut Afita berharap masyarakat Indonesia bisa lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Masyarakat diharapkan sadar bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.

“Untuk mahasiswa sendiri, harapannya, mereka menjadi lebih sadar kalau membantu itu jangan setengah-setengah. Memang berat, tetapi hasil dari kelelahan itu semua terbayar oleh senyum terima kasih dari masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook12Tweet about this on Twitter0Email this to someone