Dari kanan: Dini Aftin Rahmadevi, Wong Hwie Lan Nancy, dan Ernawaty membawa buku ensiklopedi anak hibah dari PT Tigaraksa Satria, Tbk., Selasa (6/11) di FKM UNAIR. (Foto: Binti Q. Masruroh)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Taman Penitipan Anak (TPA) Kampus C Universitas Airlangga menerima hibah buku dari PT Tigaraksa Satria, Tbk. Divisi Produk Pendidikan. Sebanyak 24 buku ensiklopedi anak Widya Wiyata Pertama diberikan langsung oleh Group Educational Product Distributor Wong Hwie Lan Nancy kepada koordinator TPA Dr. Ernawaty, drg., M.Kes. di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Kampus C UNAIR, Selasa (6/11).

Sumbangan buku itu, papar Erna, bermula dari broadcast yang ia lakukan di lewat grup Whatsapp dosen dan mahasiswa. Broadcast itu lantas dengan cepat menyebar ke grup lain, salah satunya orangtua alumnus FKM UNAIR.

Selanjutnya, beberapa pihak termasuk orangtua anak, menyumbangkan buku maupun mainan untuk TPA.

“Ada juga yang nyumbang mainan. Saya berpikir minta sumbangan buku karena ada sesi bercerita (di TPA, Red),” terang Erna.

Nancy yang datang langsung ke FKM mengaku senang bisa menyumbangkan buku-buku karena dapat bermanfaat untuk pendidikan di TPA. Buku ensiklopedi untuk anak ini, berisi seputar empat topik. Yakni, kehidupan, alam, sains, dan dunia sekitar.

Menurut Nancy, bukan hanya untuk anak, buku ini juga dapat dimanfaatkan orangtua untuk belajar. Sebab, seringkali anak menanyakan hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh orangtua.

“(Buku, Red) ini untuk mengantisipasi anak yang selalu bertanya,” terang Nancy. “Banyak hal yang kita sendiri mungkin kurang tahu. Seperti, mengapa kelinci telinganya panjang? Butuh orangtua untuk membacakan cerita untuk anak. 10 menit aja kalau rutin itu luar biasa,” tambahnya.

Ensiklopedi anak Widya Wiyata Pertama hibah dari PT Tigaraksa Satria, Tbk. untuk TPA Kampus C UNAIR. (Foto: Binti Q. Masruroh)

Buku ensiklopedi ini dapat digunakan sebagai salah satu media pembejalaran untuk anak sejak masih bayi hingga lulus SD. Menurutnya, sejak lahir bahkan sejak dalam kandungan, anak mesti dibiasakan untuk dibacakan cerita.

“Bahkan dalam perut sudah mulai didongengi, dengarkan musik, ngaji. Janin akan merasakan,” papar Nancy.

Kepala TPA Dini Aftin Rahmadevi, S.KM mengatakan, hingga saat ini, terdapat 11 anak yang ditipkan di TPA kampus C UNAIR. Sebagian besar dari orangtua bekerja di lingkungan UNAIR, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun tenaga kesehatan di RS UNAIR.

Sementara itu, pelayanan diberikan diberikan oleh tiga orang pengasuh dan satu orang pendamping psikologi. Layanan TPA dimulai pada pukul 7.00 hingga orangtua biasa pulang bekerja pada 17.30.

“Selama satu bulan sekali ada laporan perkembangan anak yang diberikan untuk orangtua. Di antaranya meliputi stimulus motorik, kognitif, moral, dan keagamaan,” papar Dini.

Sebagai inovasi agar berbeda dengan TPA lainnya, khususnya yang berada di kampus B, TPA Kampus C akan menambah keunggulan tertentu. Seperti penyediaan makan siang dan pengawasan sanitari untuk penyajian makanan yang melibatkan Departemen Gizi FKM. Ada pula pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone