PERLOMBAAN Nasyid Acapella di Aula Soemarto FKM UNAIR. (Foto: Istimewa)
PERLOMBAAN Nasyid Acapella di Aula Soemarto FKM UNAIR. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Islamic Fair of Public Health (IFoPH) merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh DAI Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga berkonsep festival lomba bernapas Islam dilandasi dengan ilmu kesehatan masyarakat. IFoPH 2018 dilaksanakan selama dua hari dan ditutup pada Minggu (4/11) di Masjid Ulul Azmi.

Muhammad Ziddan Zaelani selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan anggota DAI untuk melakukan dakwah Islam yang inovatif. Yang kemudian, diadakan dalam bentuk perlombaan dan tabligh akbar. Diharapkan, hal itu dapat memperkaya khazah Islam yang dipadankan dengan ilmu kesehatan masyarakat serta memperkuat kultur agama Islam di lingkungan kampus.

”Kegiatan ini bertujuan memperkaya pengetahuan kita dalam ilmu agama dan menumbuhkan semarak Islam dalam kampus serta mengaplikasikan ilmu agama dengan ilmu kesmas,” ucap Ziddan.

Sementara itu, terdapat empat jenis lomba yang dilasanakan. Yakni, LKTIA, Poster, Nasyid Acapella, dan Tahfidz. Dalam setiap cabang lomba, diambil empat juara, yaitu juara I, II, dan III serta juara harapan.

”Perlombaan tersebut setidaknya diikuti oleh 100 pesera dari berbagai cabang lomba dengan beragam usia,” sebut Ziddan.

Menurut Ziddan, terdapat inovasi baru dalam pelaksanaan IFoPH tahun ini. Yaitu, dengan diadakannya tabligh akbar sebagai penutup kegiatan.

”Pada tahun sebelumnya, kegiatan ditutup dengan seminar. Namun, pada tahun ini, kami memutuskan untuk menutup festival lomba tersebut dengan tabligh akbar,” imbuhnya.

Ziddan menjelaskan, tabligh akbar tersebut bertujuan menjadi pembeda sekaligus ciri khas dari DAI BEM FKM. Mengingat, sudah banyak seminar yang diadakan oleh ormawa (organisasi mahasiswa) di FKM. Karena itu, penitia ingin memberikan ciri khas dalam penyampaian tujuan kegiatan tersebut.

”Setelah kegiatan ini dilaksanakan, saya berharap masyarakat mengetahui bahwa mempelajari agama tidak hanya didapat di atas mimbar. Namun mempelajari agama Islam dapat dilakukan dalam bentuk apa pun,” kata Ziddan. (*)

 

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone