Wahyudi, konsultan pendidikan internasional, menjadi pemateri dalam kuliah tamu How to Get a ELPT kepada mahasiswa Kesehatan Masyarakat PSDKU UNAIR Banyuwangi. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Lolos tes English Language Proficiency Test atau ELPT dengan skor minimal 450 merupakan salah satu syarat wajib yang harus ditempuh mahasiswa Universitas Airlangga sebelum yudisium. Namun dalam prosesnya, mahasiswa seringkali mengalami kesulitan untuk mencapai skor minimum. Sehingga hal ini dikhawatirkan dapat menghambat proses menuju yudisium.

Himpunan mahasiswa kesehatan masyarakat (B-PHA) PSDKU UNAIR di Banyuwangi membantu memberikan solusi bagi mahasiswa melalui kuliah tamu. Kuliah tamu bertajuk Tips & Trik: How to Get a ELPT skor>450 berlangsung, Senin (30/10). Hadir sebagai nara sumber dari kuliah tamu itu Wahyudi, pemateri dari International Education Consultant.

“ELPT itu mudah jika kalian terbiasa untuk berlatih,” ujar Wahyudi yang juga alumnus D3 Bahasa Inggris UNAIR.

Kuliah tamu sore hari itu berhasil membuka wawasan mahasiswa untuk menyelesaikan kesulitan yang dihadapi ketika mengerjakan soal-soal dalam  tes ELPT.

Wahyudi mengungkapkan, tips pertama mengerjakan ELPT adalah pahami perintah dari masing-masing sections. Pertama, pada learning sections, perhatikan kalimat yang diucapkan oleh pembicara kedua. Dengarkan dengarkan dengan baik.

“Pada sesi ini, mendengarkan film berbahasa Inggris dengan teks bahasa inggris tertera dilayar merupakan metode yang sangat baik untuk berlatih,” jelas Wahyu.

Tips kedua, pada sesi menemukan susunan kalimat yang salah, perhatikan dahulu subjek dan predikat.

“Sering sekali pada sesi ini kesalahan dibuat pada bagian verb dan subject. Mau tak mau memahami tenses adalah  hal wajib untuk menyelesaikan section ini,” sebut Wahyu.

Tips ketiga pada reading sections, baca terlebih dahulu pertanyaannya. Baru baca teks reading dengan teknik baca cepat sekilas.

“Baca pertanyaan terlebih dahulu membuatmu menyimpan waktu untuk pengerjaan soal selanjutnya,” tambah Wahyu.

Dirasa belum cukup, Nadia Reza mahasiswa semester tiga sekaligus peserta kegiatan berharap, kegiatan semacam ini bisa diadakan secara lebih intensif.

“Pelatihan ELPT sangat diperlukan. Tidak bisa hanya sekali. Harapannya bisa lebih sering dan bertahap,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Meirina Hapsah koor divisi intelektual application menjelaskan bahwa B-PHA UNAIR telah bekerjasama dengan Desy Education. Salah satu lembaga bimbingan belajar bahasa Inggris yang memberikan program ELPT untuk mahasiswa.

“Kami telah bekerjasama dengan Desy Education untuk memudahkan mahasiswa FKM UNAIR Banyuwangi untuk mendapatkan pelatihan ELPT dengan paket hemat,” papar Meirina. (*)

Penulis : Siti Mufaidah

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone