Scolfest 2018 Ajak Anak Asah Kreativitas dengan Lomba Gambar dan Warnai

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SALAH seorang anak menunjukkan hasil kreasi mewarnai gambar di entong dalam Scolfest 2018. (Foto: Arienanda Candraningtyas)
SALAH seorang anak menunjukkan hasil kreasi mewarnai gambar di entong dalam Scolfest 2018. (Foto: Arienanda Candraningtyas)

UNAIR NEWS – Bagi anak-anak, menggambar dan mewarnai adalah hal yang menyenangkan. Sedari balita, orang tua pasti sangat sering mengedukasi anak mereka dengan cara ini. Selain inovatif, kegiatan itu sangat ampuh membantu anak mengenal jenis warna.

Setelah balita, mereka juga diajarkan menggambar dan mewarnai di sekolah. Sebagai bentuk pemberian wadah menasah kreativitas anak-anak UNAIR Mengajar mengadakan Lomba Mewarnai dan Menggambar pada Sabtu (27/10). Lomba yang diselenggarakan Scolfest UNAIR Mengajar itu dilakukan bebarengan dengan seminar nasional.

Tema yang diambil adalah ”Kreatif dan Berprestasi”. Lomba buah kerja sama dengan STAEDLER tersebut diadakan di lapangan parkir depan Fakultas Hukum (FH) Kampus B UNAIR. Lomba yang diikuti sekitar 82 peserta itu berlangsung sangat meriah. Lomba dibagi menjadi dua kategori, yakni kategori A dan B.

”Syarat lomba peserta kategori A adalah usia TK – SD kelas II dan kategori B pada usia SD kelas III–VI. Peserta diwajibkan membawa alat tulis serta meja lipat sendiri, sedangkan pensil warna disediakan pihak panitia,” jelas Shafyra Amalia Fitriany selaku ketua pelaksana Scolfest 2018.

Pada Kategori A, sponsor memfasilitasi para peserta dengan enthong yang sudah diberi plat gambar. Para peserta tinggal melakukan pewarnaan menggunakan pensil warna. Mereka dibebaskan pula memberikan sentuhan-sentuhan kreasi pada plat gambar.

Kategori selanjutnya, yakni kategori B mewarna dan menggambar. Sponsor memberikan kertas gambar kosong sekaligus pensil warna. Lain dengan kategori A, kategori B menuntut peserta berkreasi dalam unsur gambar dan warna.

”Lomba ini mampu mengembangkan potensi dan percaya diri yang dimiliki seorang anak. Peserta akan belajar memadu-madankan warna secara match, serta menembah wawasan teknik gambar,” ujar Shafyra.

Selain itu, lomba membantu anak dalam melakukan interaksi, terutama kepada peserta lomba. Dalam era digital, kekuatan teknologi begitu memengaruhi kegiatan interaksi anak.

Tampak sekali batasan anak melakukan interaksi karena sibuk bermain gadget. Jadi, anak jaman sekarang berbeda sekali jika dibandingkan dengan jaman dahulu yang sering berinteraksi.

”Semoga lomba ini bisa mengasah kreativitas anak-anak untuk terus berkarya, memajukan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (*)

 

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu