Mortalitas Neonatal dan Morbiditas pada Kehamilan dengan Sindrom Eisenmenger

Tujuan Penelitian ini adalah mengevaluasi karakteristik ibu, bayi, dan luaran kehamilan dengan Eisenmenger syndrome. Ini adalah studi kohort retrospektif kehamilan dengan sindrom Eisenmenger (ES) di RSUD Dr. Soetomo dari Januari 2018 sampai Desember 2019. Seluruh kasus yang ada dalam periode ini dimasukkan ke dalam penelitian ini (sampling total). Kami mengumpulkan semua data karakteristik dasar ibu dan janin, status jantung, dan luaran kehamilan sebagai hasil utama penelitian. Kasus kematian ibu juga dievaluasi dan kami membandingkan karakteristik berdasarkan ukuran defek jantung (< atau >3 cm). Selama masa studi, kami mengumpulkan 18 kasus dengan ES dari total 152 kehamilan dengan penyakit jantung. Jenis penyakit jantung yang mendasari meliputi defek septum atrium (ASD), defek septum ventrikel (VSD), dan patent ductus arteriosus (PDA). Seluruh kasus mengalami hipertensi pulmonal (PH) yang terdiri dari: 3 kasus sedang, dan 15 kasus berat. 94% kasus jatuh ke dalam gagal jantung (DC FC NYHA III-IV) selama perawatan. Sebagian besar kasus melahirkan melalui operasi caesar (88,9%). Komplikasi kehamilan yang ditemukan antara lain kelahiran prematur (78%), berat badan lahir rendah (94%), hambatan pertumbuhan janin dalam rahim (55%), oligohidramnion (16%), preeklamsia berat (33%), dan plasenta previa (5,5%). Kelompok dengan defek jantung besar memiliki usia ibu yang lebih tua (30:18 ± 4:60 vs 24:15 ± 2:75; p = 0:002), gejala klinis lebih berat (100 vs 40%, p = 0:003), dan tingkat kelahiran prematur yang lebih tinggi (100% vs. 69%, p = 0,047) dibandingkan dengan kelompok defek jantung kecil. Pintasan jantung kanan ke kiri (R to L) atau pintasan jantung dua arah secara signifikan lebih banyak didapatkan pada kelompok defek besar (13 vs. 5 kasus, p = 0:006, interval kepercayaan 95%: -1.156 hingga -0,228). Ada tujuh kasus kematian ibu akibat syok kardiogenik.

Kehamilan dengan ES masih berhubungan dengan mortalitas dan morbiditas maternal neonatal yang sangat tinggi. Ukuran defek jantung yang lebih besar berkorelasi dengan beratnya gejala klinis dan luaran kehamilan. Konseling prakonsepsi yang efektif adalah strategi terbaik untuk mengurangi risiko kematian ibu dan bayi baru lahir pada wanita dengan ES.

Penulis: Muhammad Ilham Aldika Akbar, dr.,Sp.OG

Link Jurnal: https://www.hindawi.com/journals/jp/2021/3248850/

Scroll to Top